pasang iklan

Polda Papua Barat Ajak Tokoh Masyarakat Jaga Kebhinekaan

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Wakapolda Papua Barat mengajak tokoh-tokoh masyarakat Papua Barat untuk tetap memelihara kebhinekaan dan menolak rasisme maupun ujaran kebencian melalui sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) Polda Papua Barat. FGD tersebut diselenggarakan di Kaimana Ballroom Manokwari pada Senin (01/02) pukul 10.00 WIT.

Wakapolda Papua Barat menyampaikan bahwa ujaran rasisme dan kebencian hanyalah akan mengakibatkan perpecahan dan konflik sosial. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dan multikultural sehingga isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan) sering dijadikan alat untuk memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak para tokoh masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di wilayah Papua Barat.

“Isu Suku, Ras, Agama merupakan isu yang sangat mudah dimainkan untuk menggoyangkan Negara Indonesia. Hal ini sangat manjur untuk menggoyang suatu negara seperti yang sebelumnya pernah terjadi di Negara lain. Saya mengharapkan kepada para tamu undangan selaku Tokoh Agama, Adat, Masyarakat dapat menghimbau kepada masyarakatnya untuk dapat menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Papua Barat,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Polda Papua Barat (1/2).

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani turut hadir pada FGD tersebut bersama dengan Pangdam XVIII Kasuari, Dir Intel Polda Papua, Dir Binmas Polda Papua Barat, As Intel Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Kepala-kepala Suku di Papua Barat, ketua-ketua organisasi Papua Barat, tokoh pemuda dan peserta FGD lainnya.

Wagub Papua Barat dalam sambutannya berpesan kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menghimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang beredar di media sosial terutama berita hoax yang belum jelas kebenarannya. Lebih lanjut ia mengingatkan agar tidak mengunggah postingan yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

“Dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih dan beredarnya berita-berita hoax yang terjadi sehingga masyarakat cepat terpancing terpengaruh dengan berita hoax tanpa mengetahui  kebenarannya apalagi tentang rasisme. Sebagai masyarakat harus dewasa dan bijak dalam menggunkan elektronik misalnya media sosial jangan sampai ada unggahan atau postingan yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa pemerintah daerah Papua Barat,” jelas Lakotani.

Wagub Lakotani juga menyampaikan apresiasi kepada para Kepala Suku, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda yang turut bersinergi dan berkonsolidasi dengan TNI-Polri dalam menjaga kamtibmas di wilayah Papua Barat. Ia berharap kerja sama baik tersebut dapat terus terjalin dan terpelihara demi menjaga persatuan dan keutuhan NKRI. [uwr]

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery