pasang iklan

Pencarian 11 orang Pendulang Emas di Hutan Sidey Masih Nihil

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari Papua Barat masih melakukan pencarian terhadap 11 orang penambang emas yang dilaporkan lost contact di hutan kali kasih distrik Sidey, kabupaten Manokwari, Papua Barat, sejak 24 Januari 2021 lalu belum ditemukan.

Untuk bisa menemukan belasan pendulang emas di sekitar hutan kali kasih Sidey, tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari turunkan 25 personel, dibantu 1 anggota TNI-AL, 5 anggota TNI-AD, 2 anggota Polsek Masni, 2 anggota RAPI, 4 orang keluarga korban dan 5 orang masyarakat lokal setempat.

Kepala kantor SAR Manokwari Papua Barat, George L.M Randang yang dihubungi Selasa (2/2) malam menyatakan bahwa sampai saat ini pencarian terhadap 11 orang pendulang emas belum ditemukan.

“Tadi siang tim dari Basarnas dan Bataliyon Warmare bersama masyarakat mulai melakukan perjalanan menyusuri perbukitan dan sungai, namun infonya masih nihil” jawab George kepada Jagapapua.com melalui pesan whatsapp, Selasa malam.

Untuk bisa terus melakukan pencarian kepada para pendulang tersebut, kata George, saat ini tim bermalam di daerah hutan. Bahkan juga sedang didirikan Posko di perbukitan Sidey bersama unsur SAR, Babinsa, Polsek Sidey dan Basarnas.

Untuk diketahui bersama bahwa belasan pendulang emas tersebut dalam perjalanan pulang ke Manokwari tetapi sudah tidak mampu berjalan kaki. Bahkan 6 orang dari rombongan pendulang emas itu di laporkan sakit.

Lebih lanjut, kata dia, para pendungan tersebut dilaporkan hilang kontak pada 24 Januari, namun baru dilaporkan ke SAR Manokwari pada 28 Januari. Atas laporan itu, tim SAR bersama TNI, Polri dan warga lokal mulai menyusuri lokasi yang dilaporkan pendulang emas ini hilang kontak.

Akan tetapi pencarian yang dilakukan hingga sekarang ini belum membuahkan hasil. Dari 11 orang pendulang tersebut, sebut Randang, Dedi Simopiaref (21 tahun), Yenures Yan Rumkorem, dan Ian. Sementara 8 nama lainnya belum diketahui identitas mereka.

Secara terpisah, Lisa Rumkorem, salah satu keluarga yang datang dari Biak pada Minggu (31/1) ke Manokwari langsung melaporkan ke kantor SAR Manokwari atas insiden yang menimpa adiknya bersama rombongan, dan saat ini ikut bersama rombongan SAR untuk mencari.

“Iya saya pu ade juga ikut dengan rombongan tapi ade dia mengeluh sakit. Bahkan terakhir baku kontak pada minggu lalu dorang ada di sekitar hutan kali kasih mau balik pulang ke Manokwari, tetapi sampe sekarang belum sampe-sampe. Ade punya nomor hp juga sudah tra aktif lagi, makanya saya datang ke Manokwari” ungkap Lisa Rumkorem. (WRP)

  

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery