pasang iklan

KSP Tegaskan Pemerintah Tak Akan Berkompromi dengan KKB

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan pemerintah tidak akan berkompromi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Provinsi Papua. Semakin meningkatnya aksi kriminalitas oleh KKB telah mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Ratusan masyarakat di Intan Jaya mengungsi karena merasa takut terhadap aksi brutal KKB yang tak segan menyerang warga sipil di wilayah itu. Selain itu, aktivitas pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya juga mandek karena situasi keamanan yang tidak kondusif.

“Pemerintah tidak akan berkompromi dengan KKB di Provinsi Papua, yang nyata-nyata mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Jaleswari Pramodhawardani dalam keterangan pers di Jakarta pada Kamis (11/2).

Sebelumnya, seorang tukang ojek diserang dan dianiaya hingga tewas di sekitar Kampung Jenggerpaga, Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua pada Selasa (9/2) malam. Penyerangan itu diduga dilakukan oleh KKB yang juga menembaki TNI dan Polisi saat hendak melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Korban mengalami luka tusuk dan akhirnya tewas karena kehabisan darah.

Sementara itu, pada selasa (8/2) seorang warga di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Intan Jaya telah diserang oleh anggota KKB di rumahnya. Korban menderita luka serius di bagian wajah, leher dan bahu akibat tembakan KKB. Beruntung korban segera mendapat pertolongan dan perawatan intensif sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan.

Sedangkan karena kondisi keamanan yang terancam, sekitar 600 warga yang berasal dari Kampung Bilogai, Kumlagupa, dan Puyagiya telah mengungsi ke sebuah gereja Katolik. Ratusan warga mengungsi ketakutan setelah KKB menyerang seorang warga berinisial R yang diduga sebagai mata-mata aparat keamanan. Penyerangan tersebut diketahui dipimpin Undius Kogoya.

Terhadap kondisi tersebut, Jaleswari mengatakan pemerintah bertanggungjawab memberikan perlindungan kepada warga negaranya terutama warga di Kabupaten Intan Jaya dan sekitarnya dari ancaman serangan KKB. Ia juga meminta Bupati dan jajarannya untuk kembali bekerja di Intan Jaya dan tidak bekerja dari Nabire.

“Pemerintah bertanggungjawab dan terus memberikan perlindungan maksimal bagi segenap warga negara, termasuk masyarakat di Kabupaten Intan Jaya dari ancaman KKB," tambah Jaleswari.

Jaleswari mengharapkan pemerintah Provinsi Papua dapat berkoordinasi dengan tokoh adat dan tokoh agama setempat guna menyediakan bantuan sosial dan kesehatan bagi warga di Intan Jaya. Selain itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di wilayah Papua secara keseluruhan termasuk melalui Inpres No. 9 Tahun 2020 dan Kepres No. 20 Tahun 2020, secara serius memberikan perhatian khusus untuk percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Share This Article

Related Articles

Comments (3)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery