pasang iklan

Ini Pesan Filep Wamafma Saat Ramah Tamah DN STIH Manokwari

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Mensyukuri berkat Tuhan di hari ulang tahun Dies Natalis Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Papua Barat ke-46 tahun yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2021, seluruh civitas akademik dan Yayasan Perguruan Tinggi (STIH) Manokwari merayakan dengan acara ramah tamah dan pemotongan kue ulang tahun.

Ramah tamah dies natalis STIH Manokwari kali ini dilakukan dengan melibatkan perwakilan mahasiswa dan dosen. Mengingat situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung, perayaan kali ini dilaksanakan tanpa melibatkan banyak pihak. Ungkapan syukur melalui ramah tamah tersebut menjadi momen penting bagi Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum untuk menyampaikan pesan-pesan moril yang berguna untuk membangun kemajuan kampus tercinta.

Pesan yang disampaikan Ketua STIH secara virtual dari Jakarta pada Rabu siang (17/2) diikuti para wakil pimpinan, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi STIH, dosen, staf dan mahasiswa/i serta perwakilan alumni.

Adapun pesan moril yang disampaikan oleh Ketua STIH Manokwari pada ramah tamah dies natalis tersebut, yaitu Filep Wamafma mengajak seluruh wakil pimpinan, dosen, staf dan mahasiswa untuk mencintai dan menjaga kampus ini bersama-sama. Lebih lanjut, Filep Wamafma menyatakan bahwa pertama-tama menyampaikan puji Tuhan karena usia ke-46 tahun ini, bukan lagi usia muda, sebab ini adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri bersama.

Di kesempatan ini sebagai Ketua STIH, ia menyampaikan permohoan maaf karena tidak dapat hadiri ramah tamah dan upacara dies natalis STIH. Hal tersebut dikarenakan kondisi covid-19 dan masih ada agenda DPD RI yang kini sedang diemban di Jakarta.

Menurut putra asli Papua ini, kontribusi STIH Manokwari bagi Tanah Papua dan bangsa saat ini sudah terbukti luar biasa. Akan tetapi kontribusi STIH Manokwari juga sangat dibutuhkan oleh negara. Hal terpenting yang patut diketahui bersama adalah usia 46 tahun untuk STIH Manokwari merupakan momen penting untuk membangun Tanah Papua kedepannya.

“Saya apresiasi kesiapan dari semua pihak di lingkungan internal kampus sehingga acara dies natalis di saat ini dapat terlaksana dengan baik. Sayapun menyampaikan terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja sama untuk perayaan dies natalis saat ini” ujar Filep Wamafma secara virtual.

Ditegaskan Filep Wamafma bahwa usia ke-46 tahun untuk STIH Manokwari bukanlah usia singkat. Oleh karena itu, secara khusus kepada dosen dan mahasiswa harus bertindak berbeda dalam belajar dan tidak boleh kalah bersaing.

Pada kesempatan ini ia juga apresiasi khusus kepada mahasiswa, sebab sudah melaksanakan kegiatan untuk menyongsong dies natalis. Bahkan tak disangka kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari banyak pihak. Lebih lanjut, Wamafma berpendapat bahwa STIH Manokwari hadir untuk melahirkan sumber daya manusia di bidang pendidikan sebagai upaya membangun Tanah Papua dan bangsa. Untuk itulah filosofi bahwa bekerja di STIH Manokwari tidak bisa kaya, namun kalau berpikir menjadi pemimpin dan menimbah ilmu mungkin sangat bisa.

“Saya sangat bangga kepada dosen, staf yang setia bekerja di STIH Manokwari walaupun kesejahteraan terbatas. Sebab bekerja di STIH adalah untuk mengabdi dan memberi seluruh hidup untuk membangun manusia Papua” ucap Wamafma.

Dengan demikian kepada orangtua di kampus seperti Ismet, Ismail Ghonu, Frans Fenanlabir, dan Yohana Watofa, mereka adalah jiwa pemimpin yang sangat setia dan merupakan tokoh pendidikan yang memahami tentang cikal bakal STIH Manokwari dari generasi ke generasi.

Hal terpenting yang harus diketahui Bersama bahwa STIH Manokwari hidup karena iuran SPP mahasiswa/i. Bahkan tidak dipungkiri bahwa belum ada perhatian dari pemerintah, namun tidak secara rutin terbantu. Untuk itulah apa yang sudah diterima di STIH harus mensyukuri dan dikelola secara baik.

Di samping itu hak mahasiswa harus terlayani sepenuh hati, seperti ilmu bagi mahasiswa harus diajarkan dengan baik oleh dosen. Kemudian para dosen harus mengajar dengan baik. Oleh sebab itu mewakili pimpinan STIH Manokwari dia menyampaikan terima kasih kepada seluruh mahasiswa atas sumbangan sosial melalui iuran SPP yang diberikan kepada kampus.

“Saya sudah berjuang di Jakarta sehingga ada bantuan dari pemerintah melalui bantuan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa tetapi tidak bisa menjangkau semua mahasiswa. Dengan demikian saat ini kita berjuang bersama agar kedepannya seluruh mahasiswa bisa mendapat beasiswa” jelas Wamafma.

Salah satu kendala saat ini kata dia bahwa mahasiswa sudah mendapat beasiswa tetapi tidak aktif kuliah sehingga uang negara disetor kembali ke kas negara. Itu artinya ada kerugian bagi STIH. Oleh karena itu, kalau ada mahasiswa yang menerima beasiswa maka ia harus rajin kuliah dan berprestasi.

Untuk diketahui bersama bahwa turut mengikuti acara ramah tamah dies natalis STIH Manokwari dan sekaligus pemotongan kue ulang tahun antara lain Wakil Ketua I Ismail Ghonu, SH.,MH, Wakil Ketua II Frans Fenanlabir, SH.,MH, Wakil Ketua III Timotius Kambu, SH.,M.Hum, Kepala LP2M, Dr. Yohana Watofa, SH.,MH, Ketua Pogram Studi Marius Sakmaaf, SH,MH, Ismet Inuni, SH.,MH, Kabag Kemahasiswaan Alice Bonggoibo, SH.,MH, ketua Yayasan Perguruan Tinggi STIH Manokwari Petrus Makbon, SH dan dosen serta staf STIH maupun perwakilan alumni. (WRP/Humas)

Share This Article

Related Articles

Comments (233)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery