pasang iklan

Filep Wamafma: Kemajuan STIH Manokwari Butuh Kerjasama

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Mengabdi untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di perguruan tinggi swasta (PTS) Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Papua Barat merupakan komiten, pengorbanan dan niat tulus dari kepimpinan seorang Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum.

Membangun STIH tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun butuh proses dan ketabahan hati. Filep Wamafma tekankan bahwa sejarah STIH Manokwari sangat panjang, sehingga para pemimpin pendahulu yang sudah meletakan pondasi harus dikenang dan jangan dilupakan.

Dalam sejarah perjalanan STIH Manokwari sejak 17 Februari 1975 silam hingga pada 17 Februari 2021 ini, merupakan momen yang diperingati dengan dies natalis STIH Manokwari. Hal terpenting yang perlu diingat bersama bahwa kini ada pemimpin yang setia untuk mengabdi buat kampus tercinta STIH.

Tidak hanya itu, Filep Wamafma menuturkan bahwa pemimpin yang berada di kampus merupakan orang tua yang sudah berpengalaman untuk membangun kampus ini. Sebut saja orang lama seperti Frans Fenanlabir, SH.,MH., Dr. Yohana Watofa, SH.,MH. Ismet, SH.,MH, Ismail Ghonu, SH.,MH. Thimotius Kambu, SH.,M.Hum dan Marius Sakmaaf, SH.,MH.

Didalam kampus ini sendiri ada bagian staf dan kepala bagian serta dosen yang setia untuk memperhatikan kemajuan kampus setiap saat. Dengan demikian seluruh mahasiswa diminta untuk patut memberikan penghormatan tulus kepada pimpinan, para wakil ketua, para kabag, kepala LP2M, para staf dan dosen di lingkungan STIH.

Kenapa hal ini disampaikan, Filep Wamafma menjelaskan bahwa membangun STIH Manokwari bukan seorang diri, melainkan ada kerjasama. Kata Wamafma, kedepannya tantangan untuk STIH sangat besar, sehingga dibutuhkan kerjasama yang intensif untuk kemajuan kampus ini.

“Sebagai pimpinan saya tidak bisa berjalan sendiri, sehingga sangat membutuhkan kerjasama dalam membangun kampus kita ini. Untuk itu saya berterima kasih kepada seluruh wakil pimpinan, pegawai, staf dan dosen STIH yang sudah berkorban selama ini, maka kekompakan ini terus dijaga” tambah Wamafma pasca Dies Natalis STIH pada Rabu (17/2).

Hal terpenting yang ditegaskan Filep Wamafma bahwa untuk bekerja di STIH tidak boleh bermimpi kaya, sebab pengabdian di kampus adalah berjiwa sosial di bidang pendidikan untuk kemajuan SDM di Tanah Papua.

Dalam kemajuan STIH Manokwari kedepannya, kualitas para dosen yang sedang dan sudah mengikuti perkuliahan penambahan gelar beserta ilmu yang sedang ditekuni, teruslah berjuang agar secepatnya bisa diselesaikan, sehingga ilmu yang sudah diterima kelak untuk mengabdi di STIH Manokwari. (WRP/Humas)

Share This Article

Related Articles

Comments (19)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery