pasang iklan

Pemprov Malut Dorong Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah

TERNATE, JAGAPAPUA.COM - Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) terus mendorong upaya percepatan perluasan digitalisasi di wilayahnya. Bersama Bank Indonesia (BI), Pemprov Malut menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) guna merencanakan pembentukan Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di wilayah Maluku Utara. FGD tersebut bertempat di Ruang Serba Guna Maitar Bank Indonesia Ternate pada Kamis (25/02).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir, atas nama pemerintah Maluku Utara menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. FGD diselenggarakan sebagai upaya pemerintah guna mengembangkan digitalisasi daerah. Selain itu, adanya TP2DD diharapkan dapat membantu memaksimalkan pengelolaan transaksi keuangan daerah.

"Sekaligus mencegah kebocoran yang terjadi pada pengelolaan transaksi keuangan daerah. Selain itu untuk mencari jalan keluar guna mengantisipasi permasalahan yang muncul, akibat dari implementasi kondisi tersebut," ungkapnya saat ditemui awak media Jagapapua.com usai kegiatan.

Samsuddin menambahkan adanya TP2DD merupakan bentuk kerja sama pemerintah yang bertujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat. Selain itu, digitalisasi adalah suatu keniscayaan terutama di era new normal. Sebagaimana diketahui pandemi Covid-19 telah melemahkan perekonomian di seluruh negara termasuk Indonesia, sehingga perlu kerjasama semua pihak untuk bangkit bersama menuju kondisi yang lebih baik.

Selain itu, Samsuddin mengatakan pada kondisi saat ini diperlukan terobosan-terobosan baru terutama untuk mempermudah transaksi pembayaran non tunai tanpa terkecuali transaksi pemerintah daerah.

"Ia berharap dengan implemtasi elektronikasi melalui TP2DD ini dapat bermanfaat dan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah, serta meningkatkan transparansi tata kelola keuangan negara maupun daerah, juga kemudahan bertransaksi baik pendapatan maupun belanja negara dan daerah.

Kepala perwakilan BI Malut, Jefri D. Putra menyampaikan bahwa dampak dari covid-19 cukup mempengaruhi stabilitas perekonomian nasional. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan inovasi-inovasi yang aman dan produktif.

"Sehingga Bank Indonesia (BI) dan pemerintah pusat berusaha menciptakan terobosan baru antara lain mendorong pembukaan produk-produk baru yang produktif dan aman serta intermediasi perbankan,” ujarnya saat diwawancarai sejumlah awak media. (ST)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery