pasang iklan

KKP RI Akan Bangun Tambak Udang Vaneme di Provinsi Malut

MELANESIA, JAGAPAPUA.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) merencanakan pembangunan tambak udang Vaneme di tiga Kabupaten di wilayah Provinsi Maluku Utara. Kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (5/3).

Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara Kadri Laetje, M.Si, menyampaikan bahwa program pembangunan tambak udang vaname, pada tiga Kabupaten di wilayah Maluku Utara adalah bagian dari program unggulan KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Hal ini disampaikan saat dikonfirmasi awak media jagapapua.com via telepon seluler.

Menurutnya, program budidaya udang Vaname baru berada pada tahapan identifikasi calon kampung dan selanjutnya akan dikaji dan atau dianalisis oleh tim KKP. Hal tersebut untuk menentukan kampung atau desa mana yang layak dijadikan sebagai tempat budidaya udang Vaname. Penentuan itu memiliki persyaratan-persyaratan teknis yang ditetapkan oleh KKP terkait dengan kelayakan lokasi penempatan tambak tersebut.

“Penempatan kampung udang ini akan dianalisis semaksimal mungkin oleh tim KKP. Menurutnya, lahan yang dibutuhkan untuk budidaya udang Vaname cukup besar yakni diatas dari 50 hektar. Sehingga pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Malut sebagai fasilitator atau penyedia lahan juga mengedepankan teknis-teknis penyediaan lahan. Hal tersebut guna memastikan lahan mana yang layak untuk digunakan agar tidak merugikan masyarakat.

Kadri menambahkan untuk lokasi tambak telah disurvei langsung oleh tim KKP bersama pihak DKP, BAPEDA, PUPR, dan Kehutanan Provinsi Maluku Utara. Hal tersebut guna memastikan apakah hutan mangrof tersebut termasuk dalam kategori hutan lindung atau hutan penggunaan lain, jika masuk dalam kategori hutan lindung maka tidak bisa digunakan untuk lokasi tambak. Jika hutan mangrof tersebut termasuk dalam kategori hutan penggunaan lain, pihaknya masih tetap melakukan kajian dan analisis dampak lingkungan. Jika dampaknya tidak membahayakan masyarakat setempat pihaknya akan menetapkan area tersebut untuk lokasi tambak.

Terkait anggaran pembangunan tambak udang, Kadri mengaku pihaknya belum mengetahui berapa nilai anggaran dikarenakan program ini merupakan program KKP dan pihaknya hanya selaku fasilitator atau penyedia lahan tambak. Namun ia menjelaskan jika program ini sukses maka dapat membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini dikarenakan dalam satu tahun udang vaname ini bisa dipanen hingga tiga siklus dan mampu menghasilkan hingga kurang lebih 1,2 triliun.

“Tambak udang vaname ini pun akan diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat setempat. Namun sebelumnya akan dibentuk kelompok pengelola tambak dan akan diberikan pelatihan semaksimal mungkin, sehingga masyarakat memiliki kemampuan di bidang pengelolaan udang Vaname tersebut," terangnya. (ST)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery