pasang iklan

Dari Ambroben–Biak Ke Maybrat Jelang Tahun Jobel “Theofani A-3”

BIAK, JAGAPAPUA.COM1 Maret 1912 : Injil tiba di Kampung Ambroben.  Berdiri Jemaat GKI Silo Ambroben. Kemudian, tahun 1929, pelayanan pendidikan di Ambroben dimulai. Salah satu “Buah Sulung” pelayanan penginjilan dan pendidikan di Ambroben itu adalah Ruben Rumbiak. (Catatan: Tanggal Injil tiba di Ambroben masih diperdebatkan namun ada kesepakatan bersama untuk menggunakan tanggal yg disampaikan oleh Pdt. Ruben Rumbiak, S. Th yaitu 1 Maret 1912. Dalam 109 tahun, Jemaat GKI Silo Ambroben telah mekar menjadi Jemaat GKI Ottow Geissler Sumberker, Jemaat GKI Korer Sburya Swapodibo, Jemaat GKI Bethel  Anjarew Perumnas Sumberker dan Jemaat GKI Sandik Manseren Taman Anggrek).

Ruben Rumbiak lahir tahun 1923 dan diberi “nama tanah”  Bais dan nama Kristiani Ruben. Bais adalah nama leluhur keluarga Rumbiak yang memiliki sifat-sifat kasih, kerendahan hati, suka menghormati orang lain dan suka membangun persatuan tetapi sekaligus adalah mambri Byak yang tidak takut membela kebenaran, apa pun tantangannya. Ruben Rumbiak adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang mewarisi berkat sebagai Bais dan kemudian dipanggil TUHAN untuk menjadi pelayan-Nya bagi masyarakat Ayamaru, Aifat dan Aitinyo. Sama seperti Guru-Guru Injil mula-mulai lainnya di jaman itu, Bais Ruben Rumbiak adalah Guru Injil jebolan JVVS Korido (Supiori) dan ODO Serui.

1  Mei 1951. Guru Injil Bais Ruben Rumbiak tiba di Maybrat untuk menjalankan  Tri Panggilan Gereja (bersaksi, bersekutu, melayani) bagi orang Ayamaru, Aifat dan Aitinyo (A-3). Bais Ruben Rumbiak berusia 28 tahun. Sebelum ke Maybrat, dia ke Korido (mengikuti pendidikan JVVS) kemudian Yapen (mengikuti pendidikan ODO Serui) dan terus ke Wondama lalu ke Sorong dan Teminabuan baru jalan kaki selama beberapa minggu dari Teminabuan ke Kayahai, Maybrat. Medan yang berat ditempuh ke tengah suku-suku yang masih dilanda perang suku. Mereka memikul bahkan belanga dan kuali untuk masak beserta baju, peralatan tidur dan makanan seadanya. Bukti iman yang luar biasa yang mengingatkan kita kepada keputusan iman dan realisasinya oleh Dua Rasul Papua dari Jerman yaitu Ottow dan Geissler yang di usia muda membuat keputusan untuk mengabarkan Injil ke Papua lalu berjalan kaki dari Jerman ke Belanda, lalu berlayar ke Papua selama 3 tahun ke tengah suku2 dan manusia yang tdk dikenal dan masih hidup dalam perang suku.

Guru Injil Bais Ruben Rumbiak bukan orang pertama yang membawa Injil kepada orang A-3 melalui Maybrat. Sudah ada penginjil-penginjil lain sebelumnya. Dan pada jamannya itu ada pula banyak guru turut melayani penginjilan dan pembangunan pendidikan. Tokoh-tokoh adat A-3 menyebut nama-nama guru dari beberapa marga seperti Wamafma dan Rumaropen. Secara khusus nama  Guru Injil Bais Ruben Rumbiak terpatri karena dipakai TUHAN secara sangat luar biasa sehingga menjadi tonggak perkembangan pekabaran Injil dan pembangunan pendidikan yang monumental bagi orang A-3.

21 Oktober 1951 : Enam bulan sesudah melayani di Maybrat, TUHAN memakai Guru Injil Bais Rumbiak melakukan mujizat menyeberangi Danau Ayamaru sekitar 3- 4 km tanpa menggunakan alat transportasi biasa pada tanggal 21 Oktober 1951. Bais Rumbiak “berjalan di atas air” (ada yang menyebut diangkat TUHAN dengan awan) untuk mendamaikan orang A-3 yang sedang perang suku. Bais mematahkan tombak dan busur maupun panah mereka.

Pada malam sebelum peristiwa itu, TUHAN menampakkan dirinya dan memberikan wahyu kepada Guru Injil Bais Rumbiak untuk diteruskan kepada orang A-3.  Mujizat itu dicatat dalam sejarah Pembangunan Peradaban Orang A-3 sebagai Theofani. Isi pesan dalam Wahyu TUHAN kepada Guru Injil Bais Ruben Rumbiak yang diteruskan kepada Raja-Raja A-3 ditulis dan digantung dalam Gereja GKI Silo Kambuaya Maybrat. Dan untuk mengingatkan warga A-3 atas peristiwa itu maka Pemda Kabupaten Maybrat telah membangun “Monumen Theofani” berhadapan dengan Gedung Gereja GKI Silo Kambuaya Maybrat.

Isi Wahyu TUHAN itu adalah sebagai berikut :

“AKU TUHAN ALFA DAN OMEGA” berbicara kepada Hamba-Ku  Rasul Ruben Rumbiak, untuk disampaikan kepada :

1. Abraham Kambuaya

2. Simon Isir

3. Piter Howay

4. Markus Solossa

5. Habel Tamunette

bahwa pemuda-pemudi A-3, daerah Ayamaru, daerah Aitinyo, daerah AIfat, nanti setelah 10 tahun, 15 tahun, 25 tahun dan 30 tahun akan menjadi manusia-manusia pembangun di Nieuw Guinea.

1. Pelihara Kesatuan

2. Kerendahan hati

3. Kasih, dan

4. Kehormatan kepada semua orang.

Kasih Karunia tetap menjadi turun temurun.

Kayahai 21 OKtober 1951”

Hamba TUHAN Bais Ruben Rumbiak dinobatkan oleh sebagai Rasul  Orang A-3. Wahyu dari TUHAN kepada Rasul Bais Ruben Rumbiak itu  telah terwujud. Banyak SDM dari orang  A-3 telah menjadi pemimpin di antaranya almarhum Dr. Jaap Solossa (1948 – 2005) mantan Gubernur Papua, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA (lahir 1949) mantan Rektor Uncen (2005 – 2011), Menteri Lingkungan Hidup RI (2011 – 2014) dan berbagai jabatan lainnya. Prof. Dr. Kambuaya kini adalah raja A-3 dan telah menulis buku tentang Ruben Rumbiak Rasul A-3. Nama Silo dijadikan nama Jemaat GKI di Kambuaya, Ibukota Maybrat. Nama Ruben Rumbiak diabadikan dalam berbagai infrastruktur strategis di Maybrat seperti jembatan dan sekolah. Sebuah monument dibangun di Maybrat untuk memperingati peristiwa Theofani. Jemaat GKI Silo Kambuaya pun telah dimekarkan menjadi banyak jemaat lain. Dan Maybrat menjadi pusat pendidikan guru pada waktu itu yang memperluas pelayanan pendidikan bagi Orang A-3.

Di wilayah lain di Tanah Papua, kairos dari pelayanan almarhum Bais Ruben Rumbiak menjadi motivasi yang melahirkan karya-karya promosi hak asasi manusia di Tanah Papua melalui berbagai advokasi dan kampanye yang dilakukan oleh John Rumbiak, salah satu advokat HAM terkemuka dari Papua, bekerja sama dengan almarhum Uskup Herman Munninghoff, OFM (Gereja Katolik), Sinode GKI di Tanah Papua, Dr. Benny Giay dari Gereja Kingmi, Dr. Sofyan Yoman dari Gereja Baptis, dll melalui Elsham. Baik di Tanah Amungsa maupun berbagai jengkal tanah lainnya di Tanah Papua (baca : John Rumbiak : Karya dan Pengabdiannya, Dr. Benny Giay, 2011).

21 Oktober 1951 – 21 Oktober 2021 : Tepat 70 Tahun Umur Peristiwa Theofani Bagi A-3. Ini adalah Tahun Jobel Theofani dan merupakan  momentum strategis untuk melakukan kilas balik peristiwa Theofani (kronos) dan nilai atau kualitas hikmahnya sebagai teladan untuk melaksanakan Tri Panggilan Gereja melalui pembangunan persatuan, kasih, kerendahan hati dan saling menghormati (kairos).

Patut pula direnungkan bahwa dalam 7 hari (satu minggu) di bulan Oktober itu ada momen-momen penting yang memiliki Kairos atau hikmah untuk membangun persatuan dan kesatuan yaitu Hari Theofani Bagi Orang A-3 (21 Oktober), HUT GKI di Tanah Papua (26 Oktober) dan HUT Sumpah Pemuda (28 Oktober).

11 Januari 2021 : Evangelist Zefanya Yewun menyampaikan informasi rencana Masyarakat A-3 memperingati Tahun Jubelium Theovani dalam pertemuan tidak disengaja dengan Franky Runggeary. Franky melanjutkan informasi ini kepada Keluarga Besar Rumbiak,

22 Januari 2021 : Keluarga Besar Bais Ruben Rumbiak membentuk Tim Formatur untuk melakukan sosialisasi mengenai rencana Peringatan Tahun Jubelium Theofani. Tim Formatur akan membentuk panitia Perwakilan Ambroben – Baik sebagai bagian dari Panitia A-3 yang akan   melibatkan melibatkan 14 keret di wilayah adat atau bar Swapor, perwakilan dari 11 wilayah adat di Biak dan Supiori maupun masyarakat Byak Perantauan, lembaga gereja dari berbagai denominasi dan pemerintah. Dan bila dapat, kiranya perayaan itu menjembatani Papua.

15 – 20 Februari 2021 Tim Formatur telah melakukan kunjungan ke Maybrat melalui Sorong dan kembali dari Maybrat melalui jalan darat via Manokwari. Pada kunjungan itu Tim Formatur telah mendapat banyak informasi dan arahan a.l dari Sekda Kotamadya Sorong dan Ibu (pertemuan dan makan malam tanggal 16 Feb 2021 di Sorong, Ketua DPRD Maybrat dan tokoh-tokoh adat A-3 dan gereja di Maybrat (pertemuan tanggal 17– 18 Feb 2021 di Kayahai, Maybrat) dan Ketua Dewan Adat Doberai Mananwir Paul Vincen Mayor dan staf a.l. Yan Warinussy (Pengacara), Jozef Auri (Mantan Ketua DPR Papua Barat) dll  (pertemuan di Kantor DAP Manokwari tanggal 20 Februari 2021) .

Tujuan Tim Formatur ini adalah melebarkan “benang merah” pelayanan penginjilan dan pendidikan yang sudah dirintis oleh Bais Ruben Rumbiak almarhum sejak tahun 1951 menjadi “jalan tol” dalam mewujudkan Tri Panggilan Gereja berdasarkan nilai-nilai persatuan, kasih, saling menghormati dan rendah hati – sebagaimana disampaikan oleh Mananwir Er Rumbiak sekaligus Mananwir Mnu Babo Marten Rumbiak.

Bais Ruben Rumbiak adalah hamba yang bekerja untuk kemuliaan Nama Tuannya yaitu TUHAN yang membuat mujizat dan berkat bagi masyarakat A-3 yang diabadikan sebagai Theofani.  Tim Formatur yang dibentuk untuk membentuk Panitia HUT  70 Tahun Theofani A-3 bekerja untuk memuji dan memuliakan Nama TUHAN itu. Dengan mendorong proses membangun persatuan minimal di antara masyarakat A-3 dan sub-suku Byak di wilayah Ambroben (14 keret di Bar Swapor Biak). Maksimal di antara suku2 di Tanah Papua untuk membangun mezbah pengucapan syukur dan pujian bagi TUHAN, dengan wor, kesaksian, renungan, tarian, puji2an.

Dan sekiranya Tuan dari Hamba Bais Ruben Rumbiak itu berkenan, kiranyalah DIA di tempat yang maha tinggi menilik kita di tanah ini untuk kuat dan bersatu, saling mengasihi, saling menghormati dan rendah hati bergandeng tangan menjawab tangis dan doa anak-anak negeri kita.  Terpujilah Nama TUHAN, Allah Abraham, Allah Isak, Allah Yakub, Allah Bais Ruben Rumbiak, Allah Kita. Amin.

Maret – Oktober 2021, 8 bulan ke depan, adalah waktu yang singkat untuk menyiapkan Peringatan Tahun Jobel Theofani A-3 antara Biak dengan Maybrat. Dalam situasi COVID-19 dan situasi ekonomi yang kembang kempis maka sudah harus ada langkah yang dilakukan untuk mencari dana agar tidak membebani atau mengganggu keuangan warga jemaat GKI Silo Ambroben Biak.

Oleh karena itu Tim Formatur akan segera membentuk Panitia HUT Theofani A-3 Perwakilan Biak untuk memulai berbagai aktivitas yang bermuara pada Peringatan Tahun Jobel Theofani A-3 ini antara lain mendorong penulisan buku tentang Theofani A-3 dari perspektif Ambroben dan A-3, membuat CD pujian bagi TUHAN dari perspektif dan bahasa Byak dan A-3 untuk galang dana, membuat kaos, melakukan sosialisasi dan diskusi, mendorong kerja sama di tingkat gereja, adat dan pemerintah antara Biak, Supiori dengan rekan mereka di wilayah A-3. Dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif lainnya.

23 Februari 2021 : Tim Formatur akan melakukan rapat koordinasi dengan Dep. Hari Besar Gerejani (HGB) Jemaat GKI Silo Ambroben, Klasis GKI Biak Selatan, untuk menyepakati bentuk kegiatan HUT PI Ke-109 Jemaat GKI Silo Ambroben tanggal 1 Maret 2021. Perayaan ini akan diupayakan akan dihadiri oleh tokoh-tokoh A-3 dimana akan dibahas bersama bentuk perayaan Peringatan Tahun Jobel Theofani A-3 Tanggal 21 Oktober 2021.

Tim Formatur terdiri dari :

TIM PENGARAH : Mananwir Beba Yan Pieter Yarangga (Ketua Dewan Adat Kankain Kakara Byak sebagai Ketua Tim Pengarah), Mananwir Marten Rumbiak (Mananwir Er Rumbiak sekaligus Mananwir Mnu Babo), Guru Hein Piet Rumbiak (Manokwari), Evangelist Zefanya Yewun dan Yosef Rumaseb.

TIM FORMATUR : Alfeus Yarangga (Ketua), Franky Runggeary (Sekretaris) dan Jane Valen Rumbiak (Bendahara). Anggota :  Akab Rumaropen, Albert Rumbiak, Metu Rumbiak, Mathias Wakum, Benhur Rumbiak, Dirk Rumbiak, Corneles Rumbiak, Raimund Rumbiak, Piter Rumaropen.

Tulisan ini dibagikan oleh Yosef Rumaseb, Anggota Tim Pengarah.

Share This Article

Related Articles

Comments (614)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery