pasang iklan

Kisah Berani Kabaintelkam Polri saat Jabat Kapolresta Jayapura

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COMKabaintelkam Polri, Komjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menuturkan kisah keberaniannya saat menjabat sebagai Kapolresta Jayapura. Ia menceritakan kisah yang sangat berkesan baginya saat dirinya ditugaskan untuk menyelesaikan persoalan sidang Filep Karma di Abepura. Kisah tesebut ia sampaikan saat acara pisah sambut jabatan Kapolda Papua Kapolda Papua dari Komjen Pol Drs. Paulus Waterpauw (Pejabat Lama) Kepada Irjen Pol Mathius D. Fakhiri, S.IK (Pejabat Baru). Acara tersebut berlangsung di Hotel Horison Kotaraja Distrik Abepura pada Senin (08/03).

“Saya tidak pernah lupa dengan kesan saya yang pertama yaitu menjadi Kapolres di Mimika dan tidak lama ada kejadian sidang Filep Karma di Abepura dan saya ditugaskan untuk menyelesaikan hal itu waktu masih menjadi Kapolresta Jayapura Kota,” ujarnya memulai kisah, dikutip dari rilis resmi Humas Polri pada Selasa (9/3/2021).

Pada saat itu, dirinya dihadapkan dengan kondisi dilematis saat harus berhadapan dengan Orang Asli Papua (OAP) disebabkan oleh skenario oknum tertentu. Sebagai anggota kepolisian dan putra asli Papua, kondisi tersebut membuatnya hampir putus asa dan sempat berpikir bahwa kejadian tersebut merupakan akhir dari perjalanan karirnya di kepolisian.

“Pada saat itu polisi sedang berhadap-hadapan dengan Orang Asli Papua dengan berbagai kejadian yang sudah di setting sedemikian rupa oleh pihak-pihak tertentu, sehingga hal itu sangat membingungkan dan saya pikir itu akhir dari karir saya karena saya tidak tau harus bagaimana. Dimana saya yang seorang anggota polisi dan saya anak asli Papua, pada saat itu saya tidak kenal siapa-siapa baik itu dari tokoh masyarakat dan lain-lain,” ucap Kabaintelkan Polri.

Pada kondisi tersebut, Komjen Pol Drs. Paulus berupaya tetap meneguhkan hati para anggotanya agar tetap kuat. Ia melanjutkan hingga pada suatu ketika terdapat rombongan massa yang menghadang rombongan Kapolri saat hendak melakukan kunjungan ke Kota Jayapura.

“Pada saat kejadian itu saya arahkan anggota agar tetap kuat dan tegar, dan pada saat itu baik pagi, siang, malam, tidak ada yang melaporkan apa-apa kepada saya karena pada waktu itu banyak perwira yang menjadi tersangka dan tidak ada yang mendukung saya, namun Tuhan baik karena pada waktu itu tepatnya di tanjakan ale-ale banyak massa yang mau menghadang rombongan Kapolri,” tuturnya.

Melihat hal tersebut, ia kemudian memutuskan untuk turun tangan sendiri ke dalam kerumunan massa. Komjen Pol Drs. Paulus kemudian berupaya menenangkan massa dan menjelaskan maksud kedatangan Kapolri ke Kota Jayapura. Menurutnya, berkat keberaniannya itulah, Kapolri mengapresiasi tindakannya dan ia dikenal sebagai polisi yang sangat berani sendiri berada dalam kerumunan massa kemudian berhasil menenangkan kekacauan yang terjadi.

“Sehingga saya datang ke lokasi lalu saya sampaikan kepada driver untuk putar balik biar saya sendiri yang turun tangan. Saya tiba di dalam kerumunan massa kemudian saya memperkenalkan diri kepada ketuanya pada saat itu, saya meminta untuk di bantu karena Bapak Kapolri mau datang untuk menyelesaikan masalah di Kota Jayapura, saya sendiri yang datang ke dalam kerumunan massa, saya sempat emosi tapi saya menahan hal itu, dan disinilah moment saya di kenal sebagai Polisi yang berani, seorang diri ke kerumunan massa untuk menenangkan massa itu. Dan pak Kapolri pada saat itu mengapresiasi tindakan berani tersebut,” lanjutnya.

Menurut Komjen Pol Drs. Paulus, kisah keberaniannya yang diapresiasi oleh Kapolri saat itu menjadi bagian penting dari perjalanannya hingga saat ini ia menjabat sebagai Kabaintelkam Polri. Ia bersyukur atas pencapaiannya yang juga merupakan buah dari yang ia tanam dengan baik sebelumnya.

“Hasilnya hari ini saya bisa begini karena tanamannya dan pembibitannya saya lakukan sejak dini sehingga bisa tumbuh menjadi seperti ini, waktu saya ditugaskan kembali oleh Bapak Kapolri menjadi Kapolda di sini, saya berpikir bahwa saya bertugas hanya 3 bulan untuk menyelesaikan konflik rasisme pada saat itu, tetapi itulah kemisteriusan jalan Tuhan sehingga saya bisa di lantik menjadi Kabaintelkam pada saat ini,” ujarnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery