pasang iklan

Bertemu Gubernur, AMAP Minta agar Dualisme DAP Domberai Disatukan

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM- Aliansi Masyarakat Adat Papua (AMAP) di Provinsi Papua Barat lakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan di Swissbel Hotel Manokwari. Dalam pertemuan itu, AMAP memberikan beberapa masukan kepada gubernur tentang wilayah adat Papua Barat. Salah satu poin pentingnya adalah dualisme kepemimpinan Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Domberai untuk disatukan.

Hal ini disampaikan Ketua AMAP, Petrus Makbon, SH melalui Wakil Ketua AMAP Provinsi Papua Barat, Yan Anthon Yoteni kepada Jagapapua.com, Selasa (9/3/2021). Selain itu ada beberapa poin yang menjadi bahan diskusi dengan geburnur, antara lain terkait dengan rencana pelantikan pejabat eselon di lingkungan Provinsi Papua Barat yang dalam waktu dekat yang akan menjadi agenda di Birokrat Pemprov Papua Barat.

“Pejabat yang dilantik harus memahami tugasnya mengamankan kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Papua Barat (RPJMD dan RPJPD) sesuai dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur Papua Barat” kata Yoteni.

Poin lain yang disampaikan menyangkut kapasitas dan legalitas AMAP Provinsi Papua Barat yang sudah didirikan untuk segera didaftarkan ke Kesbangpol Papua Barat. Sebab AMAP sendiri terbentuk untuk menjadi wadah atau organiasi masyarakat adat asli Papua. Tujuan dari AMAP sendiri adalah menyatukan para kepala suku Papua dan Papua Barat yang berdomisili di daerah provinsi Papua Barat.

“Jadi dalam pertemuan itu ada poin penting yang dapat kami sampaikan kepada Gubernur yaitu menyangkut dengan dualisme Dewan Adat Papua (DAP) di wilayah Domberai” jelas Yoteni.

Untuk diketahui bersama bahwa wilayah adat Domberai sendiri meliput kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Raja Ampat, Sorong Kota dan Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, dan Tambrauw dan Pegunungan Arfak. AMAP sendiri menyarankan dan sekaligus mohon petunjuk dari Gubernur Papua Barat untuk dualisme DAP yang dipimpin oleh Zakarias Horota dan Paul F. Mayor saat ini segera berakhir.

Setelah mendapat masukan dari AMAP, Gubernur sendiri menyarankan bahwa dualism DAP saat ini harus segera mencari solusi penyelesaian yaitu bagaimana melaksanakan musyawarah besar untuk mencari sosok tokoh Papua di wilayah adat Domberai untuk dipilih agar mengembalikan nama baik DAP Domberai itu sendiri.

“Dualisme DAP ini segera berakhir dan marwah dari DAP di wilayah Papua Barat tidak terpecah ditengah-tengah masyarakat Papua sendiri. Namun bagaimana masyarakat Papua di wilayah adat Domberai bersatu dalam sebuah rumah adat” ungkap Yoteni.

Adapun kepala suku yang tergabung dalam AMAP dan berdiskusi dengan gubernur, yaitu kepala suku Wondama, kepala suku Byak Bar Mnukwar, kepala suku Pegunungan Tengah, kepala suku Waropen, kepala suku Serui, kepala suku Maybrat dan beberapa perwakilan kepala suku lainnya. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (3)

  • WilliamTum

    http://onlineapotheke.tech/# online-apotheken internet apotheke

  • WilliamTum

    https://onlineapotheke.tech/# online apotheke preisvergleich versandapotheke versandkostenfrei

  • CarrollFlife

    http://prednisone.digital/# purchase prednisone no prescription

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery