pasang iklan

Hutan Adat Rusak, Noken Berbahan Kulit Dobfarutu Terancam Punah

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Saat ini noken khas Papua berbahan kulit pohon Dobfarutu menjadi tren dan diminati oleh kalangan anak-anak muda Papua. Akan tetapi, Arnol Pigo, seorang anak muda dari Suku Kuri mengaku sedih dan mengeluh karena kini masyarakat merasa kesulitan mencari kulit pohon Dobfarutu yang menjadi bahan utama pembuatan noken ini.

“Sayang sekali pohon ini banyak tumbuh di pinggiran sungai Nitos dan kaki gunung Tareno, tapi sekarang sebagian besar pohonnya roboh dan kami kehilangan pohon kulit kayu dobfarutu,” ujarnya kepada jagapapua.com, Senin (5/7).

Masyarakat Suku Kuri terbiasa memanfaatkan kulit pohon ini untuk membuat noken khas suku Kuri. Kulit pohon Dobfarutu yang tumbuh di pinggiran sungai Nitos di Kabupaten Teluk Bintuni dikenal memiliki kualitas yang bagus untuk pembuatan noken.

Noken ini dibuat dengan cara melepas kulit pohon Dobfarutu secukupnya. Kemudian kulit direndam hingga getahnya hilang dan diambil bagian dalam kulit yang berwarna putih. Selanjutnya, bagian tersebut dilepas memanjang dan dikeringkan. Kulit yang telah kering kemudian dirajut menjadi noken cantik khas Papua.

Noken khas Papua yang terbuat dari kulit Dobfarutu ini memiliki banyak fungsi. Masyarakat suku Kuri biasanya menggunakan noken dengan ukuran sedang untuk mengisi pinang, kapur dan sirih. Selain itu, noken ukuran sedang juga bisa digunakan untuk membawa peralatan lain seperti telepon seluler (ponsel), buku agenda, buku harian, bulpoin dan peralatan lainnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery