pasang iklan

Tokoh Adat Kuri Minta Pemerintah Lindungi Pusaka Sejarah Bintuni

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Menjaga lingkungan merupakan unsur terpenting dalam memelihara keseimbangan alam. Penebangan hutan secara besar-besaran di Teluk Bintuni dinilai mengabaikan keberadaan dan kelestarian hutan adat, gunung keramat dan sungai Waro yang merupakan pusaka sejarah Nabi Muses oleh marga besar Werbete dan oleh marga besar Pigo. Kedua marga besar ini meminta pusaka sejarah milik adat dilindungi oleh pemerintah.

Selain itu, eksploitasi hutan besar-besaran dengan mesin-mesin yang mengambil hutan kayu milik masyarakat dilakukan dengan harga yang tidak sebanding. Masyarakat terkesan hanya menjadi penonton di tanah dan negerinya sendiri. Dalam kondisi ini, negara perlu hadir bertanggung jawab dan sebagai pelindung masyarakat.

Tim jagapapua.com menemui Oto Pigo, seorang tokoh sejarah suku Kuri di Bintuni, Sabtu (10/7). Ia mengatakan, dahulu alam dan lingkungan sekitarnya asri dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hanya dari alam.

“Bapa sudah umur 78 tahun. Dulu bapa ada di sini dengan kopunya tete namanya Kosmus Werbete. Saya penggayu kopunya tete kami tidur di pinggir sungai Waro ini dan tete sampaikan, di sini moses ketuk batu itu dan air mengalir untuk pengikutnya ambil dan minum,” ujarnya kepada jagapapua.com, Sabtu (10/7).

Ia berharap pemerintah dapat menjaga kelestarian hutan dan keseimbangan alam melalui berbagai kebijakan. Menurutnya, dengan menjaga kelestarian alam dan lingkungan dapat mewarisi pusaka sejarah kepada generasi selanjutnya dan dapat menghindarkan masyarakat Bintuni dari ancaman bencana alam.

“Tapi kita harus jaga hutan ini biar dia ada dia lindungi kita dari semua bencana. Tapi jika kita rusakin alam apa lagi pinggir kemah ini kita mau hukum dunia ini.

“Maukah kita lihat air di cangkir ini berwarna merah seperti darah lalu siapakah yang bertanggung jawab untuk ini. Anak semua kembali ke pemerintah baik dari daerah hingga ke pusat. Anak tete mereka ada simpan nabi moses hingga kini suda berabad-abad,” tutupnya sambil menangis melihat kayu-kayu melintas di depan matanya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery