pasang iklan

Tempuh Perjalanan Darat ke Saukorem, Ini Tanggapan Filep Wamafma

TAMBRAUW, JAGAPAPUA.COM - Anggota DPD Republik Indonesia Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum melakukan perjalanan untuk melihat secara dekat kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi kendala bagi masyarakat di daerah pesisir Saukorem, Distrik Amberbaken, kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat.

Perjalanan dari kabupaten Manokwari ke Saukorem harus ditempuh menggunakan mobil double gardan, sebab kondisi jalan melewati gunung-gunung dan harus melewati kali/sungai. Selain itu, perjalanan juga melewati kali mati yang sering dibanjiri aliran air dengan debit yang kencang ketika hujan deras.

Dalam perjalanan ke Saukorem, Filep Wamafma yang didampingi tim kerja membutuhkan waktu tempuh sekitar 4 hingga 5 jam lamanya. Sebelum masuk ke kampung Saukorem, rombongan terjebak banjir hingga harus menunggu selama 2 jam di bantaran kali untuk mencari jalan alternatif yang tepat untuk bisa menembus derasnya air kali serta terhindar dari batu kali yang melintang.

“Jadi sekitar 1 kilometer pembatas kali yang belum dibangun jembatan penghubung. Dengan demikian untuk tembus ke kampung Saukorem harus bersabar di sebelah bantaran kali karena banjir deras sehingga mobil yang ditumpagi tidak bisa menembus,” ungkap Filep ketika berada di lokasi terjebak banjir pada Sabtu (7/8) malam.

Setelah berbagai upaya dilakukan, maka mobil yang ditumpangi rombongan tim sampai ke Saukorem sekitar pukul 00.00 WIT. Selanjutnya pada hari Minggu (8/8) tim bergerak ke beberapa kampung di distrik Amberbaken. 

Filep menuturkan bahwa salah satu akses gunung yang terparah, terjal dan curam berada di gunung Biori untuk dapat tiba di Kampung Sabon dan Imbuan. Meskipun sementara ini salah satu perusahaan sedang membongkar jalan gunung lingkar tersebut, namun hal itu sangat berdampak bagi pengendara yang melintas, sebab jalan belum diaspal dan masih terhampar dengan karang.

“Membayangkan kondisi jalan yang sulit terjangkau dan letak wilayah yang jauh dari pusat kota Tambrauw, maka secara ekonomi sangat menyusahkan masyarakat.  Oleh sebab itu, perlu ada solusi untuk mempermudah akses transportasi masyarakat disana,” ungkap Wamafma.

Wamafma mengatakan, selain jalan darat dan jembatan yang belum memadai, juga belum terdapat pelabuhan laut yang memudahkan akses transportasi jalur laut. Lebih lanjut, Filep mengatakan bahwa kondisi akses jalan ke Saukorem akan disampaikan kepada Menteri terkait agar segera dapat menjawab persoalan masyarakat di pesisir Saukorem Tambrauw.

“Sebagai wakil daerah yang dipilih oleh masyarakat, saya akan menggunakan cara saya sendiri untuk menyuarakan persoalan ini kepada kementerian terkait. Sebab, ketika saya turun ke wilayah Saukorem sangat disayangkan kondisi infrastruktur transportasi jalan darat maupun laut ke Saukorem belum memadai,” tambah Filep Wamafma. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery