pasang iklan

Venue PON Dipalang Warga, Kapolda Papua Dekati Kepala Suku

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM - Mendekati penyelenggaraan PON Papua pada Oktober mendatang, sejumlah kendala muncul dihadapi oleh pihak penyelenggara. Diantara kendala tersebut adalah adanya pemalangan pemilik hak ulayat tanah terhadap sejumlah venue PON Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura yakni venue cabang olahraga selam dan cabang olahraga Renang Perairan Terbuka.

Atas kejadian tersebut, Menko Polhukam memerintahkan kepada Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih dan pejabat lainnya untuk turun meninjau langsung lokasi pemalangan venue. Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri berupaya mengurai permasalahan dan mengajak Kepala Suku (Ondoafi) di kampung terkait dapat membantu menjaga kondusifitas dan kamtibmas di daerah tersebut.

“Kami mohon, Ondoafi Kampung Tahima Soroma Kayu Pulau atau Kepala Suku Sibi, Pak Frans Sibi tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum, seperti pemalangan venue. Sebab pembangunan venue harus segera dirampungkan,” ujar Kapolda, Senin (16/8).

Kapolda menekankan pembayaran atas tanah tersebut harus dilakukan secara transparan disaksikan secara langsung oleh pihak kepolisian, TNI dan pemerintah. Ia memastikan akan membantu penyelesaian masalah tersebut sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Kini Kapolda tengah berupaya untuk diadakannya pertemuan antara pemilik hak ulayat yakni Keluarga Ohee dan pemerintah provinsi Papua.

Kapolda berharap permasalahan dapat segera diselesaikan sehingga tidak menghambat persiapan PON XX Papua. Pihak kepolisian juga telah disiagakan untuk berjaga guna mencegah adanya pemalangan terhadap venue PON di Jayapura.

“Saya minta kepada Kapolresta Jayapura Kota untuk menempatkan personel disini, mengantisipasi adanya pemalangan di lokasi venue,” jelasnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (46)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery