pasang iklan

Patung Suawona Kawab-Wakabesi Saksi Bisu Idoor yang Masih Gelap

BINTUNI, JAGAPAPUA.COM - Suawona Kawab dan Pendeta Wakabesi adalah dua tokoh Sejarah Pekabaran Injil di Tanah Rorendey yang kini diabadikan dalam monumen patung di lembah Rorenday Tanah Wamesa Kampung Idoor, Kabupaten Teluk Bintuni.

Kampung Idoor distrik Wamesa memiliki sejumlah situs sejarah yang hingga kini belum dikelola dengan baik oleh pemerintah untuk dijadikan destinasi wisata religius. Patung tua ini nampak tidak terawat dan nelum diperhatikan bahkan saat ini menjelang HUT Pekabaran Injil di tanah Rorendey pada bulan oktober ini. Selain itu, rumah pastori yang permanen juga belum disiapkan dengan baik dan hanya terdapat rumah pastori semi permanen.

Monumen ini terdiam membisu menjadi saksi kondisi Kampung Idoor yang cukup memprihatinkan. Menurut salah seorang warga setempat, fasilitas umum di Kampung Idoor juga masih minim. Bahkan lampu jalan yang ada tidak selalu menyala dan hanya menyala ketika pemerintah hadir di kampung ini.

“Fasilitas belum memadai seperti lampu jalan yang minim dan jika ada pemerintah baru genset menyala lampu di distrik dan kampung Idoor bisa menyala. Kalau tidak ada begini sudah kitorang pakai pelita saja. Biasa kita ambil solar bekas di perusahan untuk nyalakan pelita di rumah kami. Kalau tidak ada kita pakai kayu bakar saja untuk kasih terang rumah ini. Sudah satu tahun lebih lampu mati. Genset ada tapi tak ada solar untuk lampu, jadi lampu mati,” katanya, Sabtu (28/8).

Ia juga mengatakan, bahkan lampu tidak menyala saat ada seorang ibu melahirkan atau pasien sakit di malam hari. Selain itu, puskesmas dan sekolah-sekolah juga gelap. Menurutnya, tidak aparat kampung di Idoor dan hanya ada personel TNI yang berjaga di ujung kampung.

“Kita orang ini kembali ke tempo dulu lagi masih jadi kampung Idoor duluu. Mau bilang distrik tak ada anak, semua aparat distrik tidak ada. Yang ada cuma tentara dorang yang ada tinggal di ujung kampung ini jaga kita orang anak, begitu suda anak di sini,” ujarnya.

“Patung dua itu tinggal saja diam anak mungkin kalau dorang dua bisa bicara nanti dorang dua bicara masalah banyak di kampung ini. Kasian anak-anak sekolah dorang semua belajar tapi guru terbatas, jadi biar sudah,” tutupnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (148)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery