pasang iklan

Tokoh Adat Suku Abun: Tak Ada Layanan Pendidikan di Kampung Kami

TAMBRAUW, JAGAPAPUA.COM - Tokoh adat Suku Abun kabupaten Tambrauw Nikodemus Sawen mengeluhkan tidak adanya layanan dan infrastruktur pendidikan di kampungnya. Kondisi ini menyebabkan anak-anak kampungnya harus menempuh jarak lebih jauh untuk bersekolah di kota.

“Banyak anak disekolahkan di kota karena tidak ada layanan pembangunan pendidikan di kampung,” ungkapnya dalam kegiatan dengar aspirasi Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar secara virtual, Senin (30/8).

Selain kendala layanan pendidikan, Sawen juga menyampaikan sejumlah kendala infrastruktur dasar lain yakni kesehatan, pertanian dan infrastruktur jalan yang ada di kampungnya.

”Pendidikan, kesehatan dan pertanian masih sangat terkendala. Pembangunan infrastruktur jalan dari ibu kota kabupaten ke ibukota kecamatan belum terakses. Dari distrik ke kampung-kampung juga belum terakses,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang ibu rumah tangga bernama Mulyani juga menyampaikan kondisi keluarganya pasca terkena bencana banjir. Keluarga Mulyani kini tinggal di rumah berukuran 2x3 m dan sangat tidak layak. Anak-anak Mulyani juga terpaksa putus sekolah karena tidak cukup biaya dan harus turut bekerja untuk mendukung kebutuhan keluarga.

”Saya tidak tega, anak-anak yang seharusnya masih sekolah, terpaksa harus bekerja karena ayahnya diputus dari pekerjaannya, dan anak-anak saya semua putus sekolah,” ujarnya.

Mendengar berbagai aspirasi tersebut, pimpinan DPR RI yang akrab disapa Gus Muhaimin mengaku siap memperjuangkannya di DPR. Menurutnya aspirasi tersebut dapat diakomodasi melalui UU Otsus Jilid 2 yang telah disahkan.

”Secara bersama-sama, seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan di DPR,” tuturnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery