pasang iklan

SDN 44 Amban Mulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 44 Amban telah memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas sejak Senin, 6 September 2021. Kepala sekolah SDN 44 Amban, Zacarias Samallo, S.Pd membenarkan bahwa pihak sekolah telah mengambil kebijakan untuk mengadakan proses belajar mengajar tatap muka secara terbatas.

“PTM terbatas dilakukan karena pemberian tugas kepada siswa oleh guru melalui belajar online tidak berjalan maksimal,” ujarnya

Zacarias mengatakan pihak sekolah awalnya hanya melakukan PTM bagi siswa kelas 6 namun akhirnya memberlakukan bagi siswa lainnya dengan beberapa pertimbangan. Ia menjelaskan, awalnya PTM dilakukan hanya bagi siswa kelas 6. Hal itu dikarenakan jumlah siswa kelas 6 sangat sedikit dan sudah mulai melaksanakan ujian untuk melanjutkan ke jenjang SMP.

“Maka kami dari pihak guru mengambil keputusan tatap muka terbatas untuk siswa kelas 6. Namun kami melihat perkembangan siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 masih kurang dan ada tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa. Ada orang tua yang mengerjakan tugas tersebut dan setelah mengevaluasi ternyata banyak siswa yang tidak memahami tugas yang dikerjakan,” tambahnya.

Selain itu, kendala lain adalah pada kondisi orang tua yang anak-anaknya bersekolah secara online akan tetapi orang tua hanya memiliki satu ponsel. Dengan kondisi tersebut akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk mengadakan PTM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Kegiatan belajar tatap muka ini kami lakukan tanpa memberikan informasi ke dinas dan tim gugus tugas Covid-19. Kita dari pihak sekolah mengambil kebijakan sendiri dan jika kita tetap dengan pembelajara online dan mengambil tugas di sekolah, maka siswa tidak akan berkembang,” ujarnya.

Dalam pembelajaran tatap muka terbatas pihak sekolah membagi siswa dalam kelompok dan masuk dengan jumlah terbatas. Zacarias menambahkan, apabila dalam kelas jumlah siswa 30 maka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama memulai pembelajaran pukul 08.00 hingga 09.15 WIT dan dilanjutkan kelompok kedua.

“Waktu yang kami berikan belajar tatap muka terbatas hanya 1 jam 15 menit. Kita tetap melakukan protokol kesehatan dan jaga jarak bagi siswa,” jelasnya.

Untuk biaya sekolah di masa pandemi ini, pihak sekolah tidak memungut biaya apapun dari orang tua. Menurut Zacarias, pihak sekolah sebelumnya mendapat bantuan pulsa dari Kemendikbud namun hingga saat ini sudah tidak lagi mendapat bantuan. Menurutnya, sekolah hanya mendapatkan dana bos. Zacarias juga mengimbau kepada orang tua untuk dapat mendukung siswa dengan proses PTM terbatas.

“Kami berharap kepada pemerintah, jika memberikan tenaga guru harus mengecek di lapangan atau ke sekolah-sekolah yang dimana siswa di sekolah memadai atau tidak. Karena guru honorer yang kita biayai di sekolah bertahun-tahun setelah menjadi CPNS guru tersebut punya SK ditempatkan di sekolah lain. Itupun di sekolah tersebut hanya memiliki jumlah siswa 25 orang,” ungkapnya. (Rolly)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • CarrollFlife

    http://prednisone.digital/# prescription prednisone cost

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery