pasang iklan

Bupati Hermus Akan Relokasi Pedagang Korban Kebakaran Pasar Wosi

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Bupati Manokwari Hermus Indouw meninjau langsung lokasi kebakaran di Pasar Sentral Wosi, Senin (25/10). Dalam kesempatan itu, Hermus Indouw menyampaikan bahwa pemerintah akan merelokasi para pedagang korban kebakaran ke tempat baru dan lebih layak.

“Dengan adanya kejadian kebakaran di pasar Wosi kemarin malam, kami akan membangun pasar sesuai kebutuhan dan standar yang jauh lebih baik sesuai kondisi yang ada sekarang,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan pemerintah akan menata Pasar Wosi jauh lebih baik dari sebelumnya. Menurutnya, kebakaran tersebut juga disebabkan adanya kesalahan dikarenakan tanah yang ditempati oleh pedagang merupakan tanah milik pemerintah daerah. Akan tetapi banyak pedagang yang memanfaatkan ruang untuk membangun bangunan liar tanpa mengikuti arahan pemerintah.

“Karena banyak pedagang yang memiliki rumah tapi harus tinggal dan menempati pasar, dan kemudian mengakibatkan kebakaran seperti ini. Dengan adanya kebakaran ini agar kita bisa membenahi Pasar Wosi secara keseluruhan tanpa mengorbankan nasib pedagang kita. Yang jelas pemerintah akan memberikan yang terbaik bagi pedagang yang berada di pasar Wosi,” ungkapnya.

Hermus menambahkan, pemerintah akan mendata seluruh pedagang pasar Wosi yang mengalami bencana kebakaran. Selain itu, seluruh kawasan lokasi kebakaran juga akan dibersihkan. Ia mengatakan, pemerintah akan membangun bangunan baru yang lebih layak bagi para pedagang dalam waktu dekat. Bupati berpendapat, masih banyak praktik-praktik yang melanggar aturan sehingga perlu ditertibkan karena berkontribusi memicu kebakaran.

“Di dalam pasar juga ada banyak praktik yang tidak sesuai aturan. Karena itu kita harus tertibkan sesuai peraturan pemerintah daerah. Kami berharap kepada pedagang agar jangan mengatur dirinya sendiri dan begitupun juga yang mempunyai hak ulayat jangan mengatur diri sendiri sesuai dengan apa yang dia mau. Biarlah pemerintah yang mengatur dengan baik supaya bisa berjualan dengan fasilitas yang baik,” jelasnya.

Menurut Hermus, sebagai ibu kota provinsi, Manokwari akan terus berbenah. Ia menjelaskan, pemerintah akan melaksanakan penataan kota dengan baik guna meminimalisir resiko bencana seperti kebakaran pasar. Selain itu, menurutnya, pemerintah juga akan meningkatkan sistem mitigasi bencana dan penanganan bencana termasuk menata akses penyelamatan dan pertolongan dari pemerintah kepada masyarakat saat terjadi kebakaran.

“Dalam kebakaran di beberapa tempat di Manokwari, akses untuk mobil kebakaran masuk untuk memadamkan api sangat sulit. Karena kondisi jalan tidak memungkinkan. Kami akan melarang akses pemukiman yang membangun di pasar karena terjadi banyak masalah dan kita akan tempatkan pemukiman harus jauh dari pasar sehingga pasar hanya khusus berdagang saja,” tambahnya.

Ia mengatakan, pemerintah akan menyediakan sarana prasarana lebih yang diperlukan seperti mobil damkar dalam jumlah yang cukup dengan petugas-petugas yang terlatih. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Manokwari memang belum memiliki fasilitas mobil damkar dan akan direncanakan dianggarkan agar dapat menangani musibah kebakaran dengan cepat dan maksimal.

“Supaya ketika terjadi musibah kebakaran bisa dimaksimalkan. Jangan seperti kejadian kebakaran yang terjadi tadi malam. Kita menunggu mobil damkar untuk memadamkan api, tapi tidak kunjung datang, karena memang pemerintah kabupaten Manokwari tidak mempunyai fasilitas damkar. Dan saya sudah perintahkan tahun depan kita akan menganggarkan dua fasiltas damkar sekaligus supaya kita mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini dan memberikan pertolongan kepada masyarakat,” tutupnya. (Rolly)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery