pasang iklan

TPNPB Tanggapi Pernyataan KSAD Soal Ajakan Berdamai di Papua

JAGAPAPUA.COM - TPNPB-OPM melalui juru bicaranya, Sebby Sambom menanggapi pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang ingin merangkul Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. TPNPB-OPM bereaksi keras atas pernyataan KSAD tersebut.

Sebby Sambom membantah pernyataan KSAD Dudung yang menyebut bahwa TPNPB-OPM atau KKB adalah saudara. Sebby menegaskan bahwa bangsa Papua adalah ras atau rumpun Melanesia dan tidak memiliki hubungan kekeluargaan maupun hubungan sejarah dengan orang Indonesia.

“Kami tidak punya relasi dengan orang Indonesia di Asia, sejarah pun tidak dimiliki di buku manapun kita mempelajari hubungan sejarah. Orang Papua itu rumpun Melanesia di Pasifik. Oleh karena itu kami menolak pernyataan KSAD,” ujar Sebby dalam keterangan yang diterima hari ini, Kamis (25/11/2021).

“Kami sampaikan bahwa ia bilang saudara, kami bangsa Papua tidak punya hubungan sejarah sama sekali dengan orang Indonesia rumpun Melayu Asia, orang Asia dan kami tidak punya hubungan sejarah, tidak ada sejarah yang mengatakan kami mempunyai hubungan keluarga dengan orang Indonesia itu, tidak ada sama sekali,” katanya.

Lebih lanjut, Sebby menyoroti pernyataan KSAD yang ingin menyelesaikan konflik dengan jalan damai, merangkul TPNPB dengan tidak menyerang menggunakan senjata. Sebby menyebut, cara itu seperti ‘menjaring angin’ dan mimpi kosong yang sulit untuk diwujudkan.

“Apa yang dimimpikan oleh KSAD dengan Panglima TNI itu kami sampaikan bahwa itu ‘menjaring angin’. Artinya hampa, itu keinginan yang kosong, tidak mungkin dia akan berhasil. Karena orang Papua sudah benci dengan kelakuan busuk TNI Polri di Papua baik Gubernur sampai kepala desa, orang kampung di mana-mana orang Papua itu sudah terlanjur benci kepada pemerintah Indonesia atau kelakuan TNI Polri terhadap orang Papua itu di luar perikemanusiaan,” tambahnya.

Sebby menegaskan keinginan KSAD itu tidak akan berhasil diwujudkan. Ia menyebut, TPNPB-OPM berdiri sebagai pembela (self defence) dan sebagai tuan tanah di wilayah Papua. Lanjutnya, sikap TNI-Polri di Papua disebutnya menggunakan tekanan militer berlebihan melalui tindakan-tindakan intimidasi. Ia menekankan, TPNPB akan tetap melawan dan melanjutkan perang.

Sebby mengatakan TPNPB menginginkan jalan perundingan dengan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan membicarakan persoalan politik. Sehingga, menurut Sebby tidak ada perundingan dan dialog yang perlu dilakukan TPNPB dengan pihak TNI-Polri.

“Masalah politik, hak, status kemerdekaan bangsa Papua. Oleh karena itu yang bisa bicara layak dan levelnya itu kami juru runding TPNPB-OPM dengan tim delegasi Indonesia, kabinet Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo itu level yang layak untuk kami bisa bicara. TNI Polri itu kan bukan tempatnya,” kata Sebby.

Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman memberikan pernyataan ingin merangkul Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Dudung menyebut KKB adalah saudara yang tidak seharusnya diperangi menggunakan senjata.

“Jangan sedikit pun berpikir untuk membunuh. Kalian harus sayang masyarakat. Kalian harus tunjukkan rasa sayang kepada masyarakat Papua. Kamu harus baik pada masyarakat Papua, jangan menyakiti hati mereka,”

"Satgas tidak harus memerangi KKB, namun mereka perlu dirangkul dengan hati yang suci dan tulus karena mereka adalah saudara kita. Keberhasilan dalam tugas bukan diukur dengan dapat senjata namun bagaimana saudara kita bisa sadar dan kembali ke pangkuan NKRI," ungkap KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, di Markas Batalion Raider 754/ENK20/3 Kostrad, di Timika, Papua, Selasa (23/11).

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery