pasang iklan

Mantan Danjen Kopassus Ungkap Karakter Ketulusan Warga Papua

JAGAPAPUA.COM - Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Korps Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen TNI Mohamad Hasan terkesan dalam benaknya karakter masyarakat Papua yang berhati polos dan tulus saat dirinya memimpin operasi di wilayah Papua.

Tertulis dalam buku ‘Kopassus untuk Indonesia’, Hasan yang merupakan Danjen Kopassus sejak 2020 lalu itu mengisahkan pengalamannya bertemu dengan masyarakat Papua selama ia bertugas. Maka berdasarkan karakter masyarakat yang ditemuinya, Hasan mengedepankan pendekatan hati dan kemanusiaan berbaur bersama dalam berbagai program dan aktivitas keseharian.

“Papua itu sekeping surga yang tertinggal di bumi. Alamnya indah dan masyarakatnya sejatinya berhati polos dan tulus. Yang utama saya lakukan adalah menyentuh hati sebagai sesama manusia, “ ungkap Hasan, dikutip Kamis (13/1/2022).

Masih berdasarkan pengalamannya, Hasan mengatakan bahwa mayoritas masyarakat Papua yang terlibat dengan kelompok separatis bukan karena faktor ideologis. Menurutnya, faktor pendorong hal itu adalah adanya kebutuhan pengakuan eksistensi sebagai manusia yang sederajat. Oleh sebab itu, menurut Hasan solusi persoalan di Papua adalah kesejahteraan dan keamanan warga. Hal ini yang ia terapkan dalam menjalankan operasinya di Papua.

“Berbagai Satgas Kopassus saat ini saya perintahkan untuk mengutamakan pendekatan kemanusiaan dan kesejahteraan dengan membuka kebun di masyarakat, mengajar, membantu pengobatan dan lain-lain. Kebun yang dibuka di Wamena misalnya, dalam dua tahun sudah lima kali panen,” katanya.

Ia kerap kali memerintahkan pasukannya untuk berbaur bersama masyarakat setempat, berbincang di warung kopi selepas bertugas, mengenali dan memahami persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Hasan melanjutkan, Kopassus kemudian melakukan pemetaan dengan beberapa zona antara lain zona putih, zona abu-abu dan zona hitam. Di daerah dengan zona putih atau zona aman, Kopassus melakukan operasi teritorial dengan berbaur bersama masyarakat, mengenali karakter masyarakat dan mempererat hubungan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis.

Untuk klasifikasi zona abu-abu dimana adanya kelompok separatis yang tinggal di tengah-tengah masyarakat, Kopassus menerapkan operasi teritorial dan operasi tempur. Sedangkan untuk zona hitam yang dipetakan sebagai basis keberadaan kelompok separatis, Kopassus melakukan operasi tempur terhadap tindakan-tindakan kekerasan dan kriminalitas. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery