pasang iklan

Senator Filep sesalkan penganiayaan WNA Belanda di Manokwari

JAGAPAPUA.COM - Anggota DPD RI Filep Wamafma menyesalkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum warga lokal terhadap satu warga negara asing (WNA) berkebangsaan Belanda saat berada di wilayah Amban, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Minggu (25/10).

Peristiwa itu merusak citra Papua Barat di mata wisatawan asing sebagai salah satu daerah yang aman, damai, dan tenteram sehingga aparat kepolisian diharapkan segera menangkap pelaku untuk diproses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Untungnya korban hanya menderita luka, kalau sampai kehilangan nyawa, kasus ini jadi sorotan dunia internasional. Apalagi kita tahu bersama situasi politik di Papua," kata Filep di Manokwari, Senin.

Menurut Filep, tindakan penganiayaan yang dialami warga Belanda berinisial YD harus menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian tentang situasi keamanan daerah, sekaligus sistem pengawasan terhadap WNA oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Papua Barat.

Pemerintah Indonesia melalui otoritas terkait berkewajiban memberikan jaminan keselamatan dan perlindungan terhadap setiap WNA yang telah memiliki dokumen perizinan keimigrasian secara resmi, sehingga dapat mencegah berbagai kemungkinan terburuk.

"Jaminan keselamatan itu bukan hanya untuk warga negara Indonesia, tetapi WNA yang sudah punya izin resmi. Sejak mereka tiba, semua aktivitasnya dipantau," ujarnya.

Dia berharap kejadian serupa tidak boleh terulang kembali di masa mendatang karena berdampak luas terhadap penurunan jumlah maupun minat wisatawan mancanegara yang berkunjung ke wilayah Papua Barat, sehingga perlu menjadi perhatian serius semua pihak.

Kepolisian bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) harus memperkuat sinergisitas dan koordinasi agar jangkauan pengawasan terhadap aktivitas seluruh WNA yang di wilayah Papua Barat dapat berjalan maksimal sekaligus mengantisipasi potensi ancaman keselamatan.

"Bagaimana wisatawan asing mau datang ke Papua Barat kalau mereka merasa tidak aman," ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan menyebut, tim khusus dan unit reaksi cepat masih memburu warga yang melakukan penganiayaan terhadap wisatawan berkebangsaan Belanda.

Setelah menerima laporan melalui layanan Call Center 110, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian untuk mengamankan situasi, mengevakuasi korban guna mendapatkan pertolongan medis, serta mengumpulkan informasi dan meminta keterangan saksi.

“Kami akan menangani perkara ini secara transparan, profesional, dan prosedural,” ujarnya.

Sumber: ANTARA

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery