pasang iklan

Ini Enam Poin Penting Dari Veronica Koman Untuk Indonesia

Ditengah ketidakseriusan negara menuntaskan pelanggaran HAM di Papua, Veronica Koman Pengacara HAM kembali mengingatkan enam point penting terhadap Negara Republik Indonesia.
Berikut enam point yang disampaikan oleh Veronika Koman:

1. Data tapol dan Nduga bukan data “Veronica Koman”, melainkan data koalisi masyarakat sipil, hal itu bisa dilihat pada logo-logo di poster. Papuans Behind Bars (PBB) sendiri terdiri dari hampir semua pengacara HAM di Papua.

2. 56 orang itu adalah tahanan politik makar bukan kriminal biasa. Di seluruh dunia, yang namanya makar/treason/rebellion ya otomatis pasti kasus politik.

3. Argumen bahwa mereka semata-mata adalah kriminal perusuh, tidak berdasar. Mereka ini ditangkap dalam waktu hampir bersamaan, yang menunjukkan bahwa ini perintah sistematis dari pusat.

Memangnya 6 makar yang di Jakarta ada merusuh di Papua kah? Mereka ditangkap karena ada Bintang Kejora berkibar di depan Istana. Semntara, 23 orang makar di Fakfak dan 15 di Sorong ada merusuh kah? Mereka ditangkap karena diduga dalam perjalanan menuju ke upacara pengibaran Bintang Kejora. Sayang Mandabayan di Manokwari ada merusuh kah? Dia ditangkap karena membawa 1.500 Bintang Kejora kecil. Delapan orang di Jayapura kemudian 7 orang dipindah ke Balikpapan itu ada tertangkap tangan merusuh kah? Kalau kriminal biasa kenapa ketakutan hingga dengan menyalahi prosedur memindahkan mereka ke Balikpapan? Takut ada gelombang politik toh? Itu sudah. Kesimpulannya, mereka ini adalah tahanan politik bukan kriminal.

4. Data tapol yang dirilis itu baru yang tapol makar. Masih banyak tapol lainnya dengan kasus non-makar.

5. Nduga, perlukah kita kirim jenazah korban Nduga yang meninggal dalam pengungsian berikutnya, yaitu yang ke-244, ke Polda Papua atau Jakarta?

6. Kapolda Papua, seorang OAP, didorong maju bersuara pasca blunder Menkopolhukam. Padahal kita semua tahu bahwa persoalan tapol dan operasi militer adalah level nasional bukan provinsi. Target kita bukan adu debat dengan Pak Kapolda.

Veronika Koman

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery