pasang iklan

Solidaritas Untuk Ana, Sengsara Untuk Keluarga AG

[Perspektif lain melihat dugaan kasus Pelecehan Seksual yang melibatkan oknum ASN berinisial AG Dengan seorang Anak dibawah Umur]
—————————-

Oleh. Benyamin Gurik *)

Semua Menyerang AG, atas nama kemanusiaan sampai melupakan masalah kemanusiaan lain yang sebenarnya memakan banyak korban. Entahlah, apa maksudnya?

Advokasi kasus rasisme, Nduga, Intan Jaya hilang lenyap ditelan bumi. Pelaku penghilangan advokasi kasus diatas ini, beberapa adalah aktor yang bisa kita sebut bagian dari aktor intelektual  yang juga menggalang dukungan untuk melakukan protes melawan Rasisme. Mereka memviralkan isu pelecehan seksual dan mengubur hidup-hidup advokasi putusan pengadilan Surabaya yang menghukum ringan dalang rasisme di Surabaya diwaktu yang bersamaan.

Saya bingung dengan beberapa orang komplotan barisan yang sering menamakan diri pejuang kemanusiaan Papua ini. Ternyata mereka lebih peduli insiden keteledoran memalukan dari seorang ibu yang membiarkan anaknya berhubungan dengan sosok yang bukan keluarga kandung tanpa pengawasan. Juga dari beberapa narasi yang dibangun “komplotan” ini, mereka menghindarkan publik dari berpikir dan bersikap kritis. Mereka mengaburkan tuntutan masuk akal yang sebenarnya juga harus diarahkan kepada seorang ibu yang bertindak seperti mucikari ini. Kita sepakat anak itu korban. Dan pelaku utama yang didalamnya adalah ibu yang memudahkan anak kandungnya diakses oleh kenalannya.

Sudah tahu itu bukan keluarga dekat, atas dasar alasan apapun juga, ibu berjubah mucikari ini harus menolak memberikan nomor kontak dan ijin kepada siapapun dan dengan alasan apapun kepada orang yang bukan kerabat dekat. Iming-iming akan memberikan uang atau membelikan sesuatu hadiah dari kenalan sekalipun harus di tolak.

Kalaupun memang orang yang sudah dikenal lama mau berhubungan dengan anak, ibu harusnya memberikan peringatan kepada anaknya untuk melakukan kontak kepada orang lain dibawah pengawasan keluarga, sahabat atau pengasuh yang bisa dipercaya. Kecuali ibu ini mau menjual anaknya mungkin dia bisa bertindak ceroboh membiarkan anaknya berhubungan dengan orang tanpa pengawasan. Ndak usah omong kosong dan alihkan opini kepada oknum AG sebagai satu-satunya orang yang patut disalahkan.

Serangan komplotan pejuang kemanusiaan Papua dari berbagai kalangan ini menyasar sosok misterius yang berinisial AG. Anehnya, ada wanita kebangsaan tionghoa yang melarikan diri ke Australia karena katanya membela HAM di Papua. Ia berlagak sok malaikat mengetahui semua hal soal kelakuan isi dalam kain segitiga di cela paha dari oknum berinisial AG.

Luar biasa hebat dia ini. Ternyata ia mengetahui lebih banyak dari yang diketahui oleh isteri AG atau keluarga AG sendiri di Jayapura. Saya penasaran benar dengan wanita ini. Semoga dia bukan mucikari yang sedang bermain dibelakang layar mengganggu AG karena belum mendapatkan uang Tips dari menjual gadis-gadis kepada oknum AG. Atau dia sendiri bukan korban yang tidak mendapat uang tips jadi berkicau memojokan salah satu pihak saja, yang menurut saya bersalah tidaknya dia kita akan tahu setelah putusan pengadilan sesuai dengan asas hukum Indonesia.

Mohon maaf saudari VK. Postingan-postingan anda di sosial media akan menghancurkan psikologis anak dari oknum yang kau serang secara vulgar di sosial media anda. Dan yang terakhir saya mau pesan buat kita semua supaya;

Coba cari tahu ibu yang bikin heboh kasus ini dia pu latar belakang baik dolo. Cek dia pu asal dari mana, dia atau suaminya pengusaha pengadaan peralatan kesehatan atau bukan, dia mucikari atau tidak, dia kaki tangan orang yang mau alihkan perhatian kita orang Papua terhadap kasus Intan Jaya, Nduga, atau kasus tuntutan 20 tahun penjara terhadap korban rasisme Buktar cs di kalimantan atau bukan, dia punya hubungan dengan dalang rasisme Surabaya yang dihukum ringan atau tidak dan sebagainya.

Dan buat saudari perempuan yang di Australia serta kalian semua yang sudah bentuk opini untuk serang AG sampai habis-habisan. Saya ingatkan kalian saja, AG punya anak, isteri dan keluarga yang kehormatannya harus kita jaga. Kalian bangun opini jangan berat sebelah sampai kam bikin psikologis keluarga AG kam hancurkan. Itu sangat tidak adil.

Tidak usah bicara kemanusiaan kalau kemanusiaan keluarga AG kalian tidak perhitungkan dalam narasi-narasi yang kalian bangun.

Terimakasih karena kalian berhasil menjadi bagian dari mereka yang menginginkan dalang kasus rasisme Surabaya dihukum ringan dan kita lupakan. Juga para korban yang di Kalimantan membusuk dipenjara tanpa advokasi dari kita semua. Sayang.

Dan saya menulis Postingan ini bukan untuk membela siapapun. Saya menulis ini supaya kita melihat persoalan yang menimpa AG dengan jernih, mendalam dan luas dari semua Aspek. Itu saja!!!

Salam Untuk semua.

 

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery