pasang iklan

Menpan RB Tjahjo Kumolo: ASN Harus Profesional dan Cepat Melayani Masyarakat

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM – Menteri Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo memberikan kuliah umum di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat.

Tema kuliah umum adalah ‘Kebijakan Reformasi Birokrasi di Indonesia’. Sebelumnya Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani memberikan sambutan selamat datang kepada Menpan RB yang sudah berkesempatan hadir ke Manokwari Ibu Kota Provinsi Papua Barat.

Kedatangan Menpan RB untuk berikan kuliah umum merupakan kerjasama kampus swasta se Indonesia, secara khusus di STIH Teluk Bintuni di kabupaten Manokwari.

Wagub mengatakan, beberapa waktu lalu BNN telah memusnahkan ribuan paket Narkotika di kabupaten Manokwari. Untuk lebih lanjut, Wagub mengatakan, seluruh OPD di Pemprov Papua Barat akan segera melakukan pemeriksaan urine tanpa harus diberitahu kapan waktunya.

Setelah sambutan dilanjutkan dengan pembukaan kuliah umum oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo didampingi Wagub Mohamad Lakotani, Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan, Ketua STIH Teluk Bintuni, Robert KR Hammar.

Menpan RB Tjahjo Kumolo sebelum memberikan kuliah umum yang berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada Jumat (21/2) siang, Tjahjo Kumolo menerangkan bahwa kuliah kebijakan reformasi birokrasi sesuai dengan visi misi Presiden dan Wapres.

Dikatakan Tjahjo Kumolo bahwa saat ini sedang dilakukan kajian di jajaran birokrasi OPD pada pemerintah tingkat 1 dan tingkat II untuk segera melakukan pemangkasan jabatan eselon III dan eselon IV.

Tujuan dari pemangkasan pejabat eselon III dan IV secara nasional ini guna memaksimalkan kinerja dan penghematan anggaran. Kemudian bagaimana kualitas kompetensi birokrat harus lebih cepat dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kumolo juga menyinggung tentang paham radikalisme dan terorisme kepada ASN. Untuk lebih jelasnya, Kumolo mengajak ASN untuk belajar dari TNI, Polri dalam penataan birokrat yang sesungguhnya.

” ASN harus melayani masyarakat lebih cepat tanpa harus membeda bedakan masyarakat” Pungkasnya. Lebih lanjut, Kumolo juga mengajak seluruh ASN untuk berhati-hati dalam menggunakan medsos, sebab sangat berbahaya ketika hendak membagikan informasi namun berisikan paham radikalisme.

Menurut Kumolo, ASN harus profesional dalam pelayanan kepada masyarakat tanpa harus melihat kepada kepala daerah yang jabatan politik 5 tahun sekali, karena kepala daerah adalah jabatan politik.

Untuk diketahui bahwa kuliah umum yang berlangsung di Valdos hotel Manokwari itu dihadiri oleh mahasiswa, masyarakat dan pejabat OPD Provinsi Papua Barat, dosen dari 8 kampus swasta dan Negeri di kabupaten Manokwari. (JP/WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery