Anggota DPD RI Papua Barat, M. Sanusi Rahangningmas (foto: Fren)
JAKARTA, JAGAPAPUA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), asal Provinsi Papua Barat, M. Sanusi mengkritik Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia lantaran penggunaan dana otsus yang selama ini diberikan kepada Papua namun tidak dinikmati oleh masyarakat.
Ia menegaskan, ketika rakyat Papua berteriak soal merdeka, salah satu faktor penyebabnya karena rakyat tidak merasakan kehadiran Negara dalam pemberdayaan masyarakat.
“Saya ingatkan pemerintah bahwa rata-rata dana otsus yang diberikan ke Papua lebih banyak dipakai oleh anak-anak pejabat di daerah, sedangkan rakyat di kampung-kampung tidak merasakan dana otsus tersebutâ€, tegas M. Sanusi Rahaningmas dalam Rapat Dengar Pendapat Pansus Papua DPD RI bersama BPK RI di komleks senayan pada rabu, (26/02).
Sanusi juga megungkapkan, lebih celaka lagi, ditengah masalah dana otsus yang diberikan yang selalu menjadi masalah di rakyat, namun justru pemerintah pusat berkali-kali memberikan Wajar Tapa Pengecualian (WPT) bagi pemerintah daerah di Papua dalam hal pengelolaan dana.
Pada sisi lainnya, ia menyebut, dalam kunjungannya di Papua Barat, di kampung-kampung masih banyak anak-anak yang tidak mendapat pelayanan pendidikan dan kesehatan yang baik, sementara Dana Otsus begitu besar diberikan oleh pemerintah Pusat namun Pemerintah daerah lebih banyak menggunakan dana itu untuk kepentingan lain yang tidak ada hubungannya dengan prinsip dana Otsus tersebut.
“Sekali lagi saya ingatkan Pemerintah bahwa mengapa orang Papua berteriak soal merdeka, salah satu faktor penyebabnya karena perhatian pemerintah pusat lalai melihat akar persoalan Papuaâ€. (JP/fren)
Share This Article