PAPUA BARAT, JAGAPAPUA.COM- Memasuki empat tahun, semenjak Presiden Joko Widodo mencetuskan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2016 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat. Selain menerbitkan peraturan itu, Pemerintah pun juga sudah meresmikan operasional KEK tersebut pada Oktober 2019 tahun kemarin.
Lagi-lagi hingga sekarang, gelora investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sorong belum kelihatan, KEK Sorong masih saja ketinggalan dengan Mandalika dan Morotai. Hal itu disebakan lantaran belum banyak proyek didirikan di kawasan tersebut. Padahal, peresmian operasionalnya bersamaan pada tahun kemarin dengan KEK yang lain. Sampai saat ini baru hadir empat pabrik bercokol di KEK Sorong.
Bukan hanya itu, lahan yang ditempati empat bangunan itu juga hanya berkisar seluas 30 hektare dari total sebesar 523,7 hektare. Berdasarkan sumber Pemerintah nilai investasi yang masuk ke KEK Sorong hanya sekitar Rp 400 miliar progresnya.
Selain itu, pemerintah pusat mematok target investasi dikawsan KEK Sorong mencapai Rp 32,5 triliun. Tentu ini tidak berbanding lurus, apalagi sejauh ini, sasaran aktualisasi baru mencapai satu persen, begitu juga untuk Investasi yang masuk ke KEK Sorong saat ini. Jauh masih lebih rendah dibanding nilai pembangunannya yang memakan biaya sebesar Rp 487 miliar hingga Oktober 2019.
Disamping itu, jika diperkirakan pembangunan KEK Sorong meresap biaya hingga Rp 2,3 triliun. Meskipun demikian, infrastruktur jalan menuju KEK Sorong pun masih rusak. Banyak lobang dan belum beraspal, tentu hal ini memiliki dalang siapa dibelakangnya hingga Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menggerutu.
Selain menggerutu, Luhut juga sempat menyindir langsung Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan terkait kondisi jalan di KEK Sorong saat meninjaunya, Kamis (27/2). “tidak jadi-jadi ini sejak tiga tahun lalu. Pak Gubernur, jalan tidak bisa lebih jelek lagi?” ucapnya. Saat itu.
Adapun itu, Luhut juga mempersoalkan ketiadaan fasilitas pendukung, agar kapal-kapal besar di atas muatan 20 ribu gross tonage (GT) bisa berlabuh di dermaga Arar. Melalui pelabuhan tersebut, Kapal-kapal itu nanti akan membawa hasil ekspor dari KEK Sorong ke luar negeri. (RS)
Share This Article