pasang iklan

Gara-gara uang 50 Ribu, 3 Polisi Tewas di Mamberamo

MAMBERAMO RAYA, JAGAPAPUA.COM -  Meninggalnya 3 orang anggota Polri di Kampung Kasonaweja Papua masih didalami oleh Tim Gabungan TNI-Polri. Namun, hal itu tidak lepas dari peristiwa pengeroyokan Bripda Petrus Douw yang sempat diingatkan dan diantisipasi oleh AKBP Alexander Louw, S.H selaku kapolres Mamberamo Raya.

AKBP Alexander Louw telah mengunjungi Bripda Petrus Douw dirumahnya dan menyampaikan kepada anggota Polres Mamberamo Raya yang pada saat itu juga berada di kediaman Bripda Petrus Douw agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. (Baca: https://jagapapua.com/article/detail/2345/sebelum-bentrok-kapolres-mamberamo-sempat-beri-peringatan)

Sebelum terjadi bentrok tanggal 12 April, Bripda Petrus Douw sempat cekcok dengan seorang tukang ojek di Kampung Kasonaweja. Berikut kronologi yang disampaikan oleh Rahman, tukang ojek pangkalan di kampung Kasonaweja kepada jagapapua.com;

Pada hari Jum’at 10 April 2020, Bripda Petrus Douw menyewa motor milik Rahman sekitar pukul 14.30 WIT. Lalu rahman menyerahkan motornya tanpa ada kesepakatan biaya sewa di muka.

Setelah selesai menggunakan motor, Bripda Petrus tiba sekitar pukul 17.30 WIT di tempat pangkalan ojek dan langsung memarkirkan motor.

Setelah itu Bripda Petrus masuk ke dalam kios dan menanyakan, “Siapa pemilik motor?”

Rahman menjawab, “Saya bang.”

Tak lama kemudian Bripda Petrus Douw menyerahkan uang sebesar Rp.50 ribu kepada Rahman sebagai biaya sewa motor yang telah dipakai.

Kemudian Rahman menyampaikan,

“Mengapa cuma lima puluh ribu?”

Bripda Petrus menyampaikan bahwa ia hanya memakai motor selama satu jam. Sehingga menurutnya uang Rp.50 Ribu cukup untuk sewa dengan waktu yang tidak cukup lama.

“Kan saya cuma pake satu jam.” Ucap Bripda Petrus kepada Rahman.

“Abang sudah pakek dari jam setengah tiga sampai setengah enam. Tiga jam. Jadi kalau bisa ditambah.” Pinta Rahman kepada Bripda Petrus.

Kemudian Bripda Petrus Douw mencabut uang dari saku dan memberikan uang lima puluh ribu lagi, kemudian marah dan menanyakan plat dan surat-surat motor.

 Rahman menjawab, “Ada dibagasi motor.”

Lalu Bripda Petrus Douw meminta Rahman mengambil plat motor dan memasang plat motor tersebut. Namun Rahman menyampaikan bahwa baut untuk plat motor tidak ada sehingga belum bisa dipasang (sambil mengambil dan berusaha menempelkan plat motor pada spakboard).

“Tidak ada baut bang.” Ucap Rahman.

“Kau sudah berapa lama disini?” timpal Bripda Petrus.

Rahman menjawab “Saya sudah satu tahun lebih di Kaso.”

Kemudian Bripda Petrus Douw menanyakan alamat tinggal Rahman. Ia menjelaskan bahwa ia tinggal di jalan Pemda.

 “Saya tidak mau tahu besok, kau pasang plat motor dengan surat-surat lengkap. Kalau besok kau belum pasang plat motor, saya akan tunggu kau. Kau belum kenal saya. Besok sore jam empat saya datang. Kalau belum (memasang plat motor dan melengkapi surat) saya obrak-abrik."

Lalu Bripda Petrus Douw menyebrang ke Burmeso.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2352/kronologis-sebelum-bentrok-di-pos-pam-antara-tni-polri

 

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery