pasang iklan

TNI-Polri: Petinggi Akur, Bawahan Tidak

PAPUA, JAGAPAPUA.COM - Pertikaian kedua alat Negara bukan hal yang baru, bentrokan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia(POLRI) sering berlangsung mewarnai kehidupan bangsa indonesia, meskipun, nampak kadangkala gelak tawa kedua Petinggi itu kerap mewarnai di setiap pertemuan dan jamuan.

Tetapi para prajurit justru berbalik, Perseteruan sering melanda kedua prajurit institusi tersebut, bahkan mereka sampai menggelar kontak senjata hingga berujung meregang nyawa.

Hal itu tampak terjadi di Provinsi Papua, Kabupaten Mambramo. TNI dan Polri saling lempar tembakan, sebanyak lima anggota polisi terluka, tiga di antaranya harus tewas, akibat diterjang peluru senjata.(12/4).

Pertingkaian diantara keduanya cenderung sering terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun JagaPapua.com saat ini, ada sekitar 13 kasus Polisi dan TNI terseret pada perselisihan.

Perselisihan itu berlangsung hingga memakan enam korban saat itu, sedangkan 24 lainnya dipenuhi luka-luka, termasuk masyarakat sipil didalamnya. Adapun itu di tahun yang berbeda, hal serupa juga terjadi pada kedua Korps sampai berakhir pada pembakaran Polsek Ciracas dan itupun masih ditemui di tahun sekarang, di Mamberamo Papua.

Akhirnya, buntut dari bentrokan kedua Korps ini memunculkan segudang tanda tandanya, Salah satunya datang dari Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari, Isai Yahya Woniana SH.

Isai menyebutkan, semenjak Pasca Soeharto runtuh, konflik antara TNI dan Polri memang tampak mengerucut. Isai menduga kalau hal ini dipicu lantaran politik. Dimana TNI kehilangan banyak sektor yang sebelumnya sering berkuasa, termasuk juga sektor bisnis.

Namun berbeda dengan Polri, justru polisi lebih berpeluang terbuka dibanding TNI pasca pemisahan ABRI. Akibatnya, hal inilah yang memunculkan sentimen kecemburuan itu mencuat.

Selain kecemburuan, Isai juga mensinyalir dibarisan level prajurit mereka mudah rentan dan mudah terprovokasi.” Emosional mereka cenderung belum bisa dikendalikan dengan baik. Apalagi sejumlah prajurit TNI-Polri rata-rata berusia muda."Katanya.

Tentu dengan usia yang muda psikologinya kerap goyah dan bergejolak, lebih lagi, terlilit sebuah pertingkaian, kemungkinan besar luapan emosi cepat beranjak naik di kepala ."Tuturnya

Seturut dengan pertingkaian menimpa Kedua Institusi Negara tersebut, Isai lantas menyarankan kepada kedua petinggi Institusi tersebut TNI-Polri, terutama Petinggi TNI, agar mendesak Pemerintah mengedepankan kesejahteraan prajurit-prajuritnya, bila perlu setara dengan polisi" Tutup Isai. (RS)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2353/gara-gara-uang-50-ribu-3-polisi-tewas-di-mamberamo

Share This Article

Related Articles

Comments (522)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery