pasang iklan

Gubernur Dominggus Pantau Ruang Isolasi Pasien Positif Covid-19

PAPUA BARAT, JAGAPAPUA.COM - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorrongan mengecek langsung ruang isolasi di rumah sakit rujukan provinsi Papua Barat, yang akan disiapkan untuk menangani dua orang positif Covid-19 di kabupaten Manokwari.

Kedua pasien positif Covid-19 ini terungkap setelah hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar Sulawesi Selatan merilis tiga orang pasien (dua dari Manokwari dan satu dari Teluk Bintuni) dinyatakan positif Covid-19 pada 16 April 2020.

Setelah mengetahui bahwa dua pasien positif Covid-19 di kabupaten Manokwari, maka satgas pemprov, satgas gugus kabupaten Manokwari dan tim medis setempat mengambil tindakan untuk isolasi kedua pasien positif Covid-19 ini.

Dari pantauan jagapapua.com, sebelumnya, Jumat, 17 April, pasien positif Covid-19 akan dibawa dari kediaman di Andai, distrik Manokwari Selatan untuk dirawat lebih ketat di rumah sakit umum Manokwari tetapi ditolak oleh warga.

Kemudian pemerintah akan menggunakan salah satu gedung milik Pemprov di Sowi gunung, tetapi ditolak juga oleh warga setempat. Kemudian pemprov mengambil langkah untuk isolasi kedua warga ini ke rumah sakit rujukan provinsi di bumi Marina Kelurahan Amban, tetapi lagi-lagi ditolak warga setempat.

Warga bukan saja menolak akan tetapi keras untuk memalang gerbang masuk rumah sakit rujukan provinsi yang kini masih dalam proses pengerjaan.

Juru bicara satgas Covid-19 Papua Barat dr. Arnoldus Tiniap mengatakan, selain kedua nama tersebut, yakni Tn. Adam dan Tn. Ahmad tidak ada nama lain lagi yang positif covid-19 di Manokwari sampai pagi ini, Sabtu, 18 April 2020, termasuk Teluk Bintuni.

"Selain anggota keluarga dan sesama peserta Ijtima Ulama asal Papua Barat, kami menghimbau kepada masyarakat lain yang merasa pernah berinteraksi/kontak dekat dengan ketiga nama tersebut di atas agar dapat segera melaporkan diri ke petugas kesehatan atau gugus tugas kabupaten/provinsi untuk dilakukan pemeriksaan, dan tidak perlu takut. Karena dengan begitu kita dapat segera tahu status kita, cepat mendapat pengobatan, dan segera sembuh" pesan Tiniap melalui rilis kepada awak media, Sabtu (18/4).

Dikatakan Tiniap, masyarakat tidak perlu menolak perawatan mereka (orang yang positif) di rumah sakit. Karena rumah sakit memang disiapkan untuk merawat orang sakit. menurutnya, kalau ditolak di rumah sakit, lalu mereka harus dirawat dimana lagi. 

"Coba bayangkan bila yang sakit itu adalah kita atau salah satu anggota keluarga kita, Maka kita perlu pahami bahwa penyakit ini dapat mengenai siapa saja, tanpa memandang suku/bangsa, agama, dan ras.  Perlu juga kita ketahui bersama bahwa saat ini sudah ada warga Papua Barat, Orang Asli Papua (asal Bintuni) yang positif corona, berada di Makassar dan sedang menjalani perawatan di sana atau mungkin juga sudah ada di tempat lain" ujar dia.

Oleh karena itu Tiniap mengimbau agar masyarakat harus berpikir jernih dan gunakan hati. Kemudian cermati segala informasi yang di peroleh dengan baik, bijak, dan jangan mudah dihasut/diprovokasi.

Lebih lanjut, Tiniap menyarankan agar masyarakat tidak perlu khawatir dan jangan percaya bahwa penularan dapat melalui angin yang diterbangkan dari rumah ke rumah, atau dari kompleks rumah sakit ke pemukiman sekitarnya karena tidak benar. (WRP)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2266/masalah-corona-jangan-jadikan-kepentingan-politik

https://jagapapua.com/article/detail/2192/dominggus-akses-udara-dan-laut-penting-untuk-pengiriman-alkes

https://jagapapua.com/article/detail/2074/dominggus-satgas-covid-19-segera-ambil-langkah-taktis

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery