Saya Otis Tabuni, kira-kira Usia 5 tahun lebih, pada awalnya saat saya tidur bersama Ayahku di Onai sebuah kampung (namanya Aptam), puluhan kilometer dari Mapenduma, saya mendengar ada orang kulit putih datang dari luar negeri untuk mengambil foto semua jenis kupu”, ular, pepohonan, batu dll. Ternya mereka adalah Tim Ekspedisi Taman Lorents yang dikirim dari berbagai Negara.
Beberapa Minggu kemudian, ada informasi bawah Kelly Kwalik, Daniel Kogoya, Sillas Kogoya dan Daud Lokbere berkumpul di Geselema.
Saya bertanya ke Bapak, siapa orang-orang yang sebut nama itu? Bapak menjawab, mereka OPM, punya Senjata, mereka mau tangkap orang” barat itu, kata Bapak ke Saya.
Saya tanya lagi ke Bapak, Bapa, nanti kalau begitu tentara tembak kita? Baru kita lari kemana? Terus kita makanan apa? Baru babi dan ayam peliharaan kita ini bagaimana dst.
Beberapa hari kemudian rencana itu mulai terlihat seketika semua orang dibawah pimpinan Kelly Kwalik Tibah di kampung itu sebelum Mapenduma.
Keesokan harinya ( jam 02:00) para anggota TPNPB itu mengosongkan kampung itu,. Lalu saya tanya lagi ke Bapak, Bapak mana Noken saya, mau isi Ubi. Tentara sudah mau datang jadi kita lari ke hutan. Bapak jawab, nanti kami semua sama” jadi tunggu duluh.
Begtu berita masuk lewat seseorang, bawah Mapenduma sudah kacau, Semua orang Barat, orang Indonesia, orang Papua yang tergabung dalam tim ekspedisi ditangkap dan besok sudah Tibah disini ( APTAM).
Pada sore hari, kami beberapa anak” pergi ke kali Singinim guna melihat para Sandera yang katanya kulit putih dan rambut panjang. Mereka Tibah sekitar jam 5 sore dibawah pengawasan dan pengamanan ketat oleh TPNPB.
Mereka, para Sandra dan TPN tinggal kampung Aptam selama beberapa Hari. Sebelumnya, seharian setelah mereka tibah, pada sore hari saya dan teman saya pergi ke orang’ (para Sandera) bermaksud ngobrol dengan mereka.
Begitu Tibah, keinginan untuk ngobrol ada tetapi kami tidak bisa bicara Krn satu katapun bahasa Indonesia Belum bisa kami ngomong. Saat kami perhatikan salah satu perempuan,( Anna) asal Australia dari rambut, muka hingga kaki, dia berbicara dgn kami tetapi tak kami ngerti apa yang dibicarakan. Demikian pula saat kami ngomong, Dia gak ngerti apa yang sedang kami ngomong dengan si kulit putih itu!
Saat baku tertawa ramai, seorang Berbadan besar Keluar dari dalam rumah, rupanya Dia dengar apa yang sedang kami bicarakan. Kamipun diam sejenak disaat Org tersebut keluar dan Berbicara dengan si wanita itu menggunakan bahasa org Barat (Inggris).
Lalu Org berbadan besar itu balik tanya ke kami
Pakai bahasa Indonesia tetapi kami baku lihat dan tertawa terus Dia diam dan Dia Omong Pakai Bahasa Suku Nduga. Saya kaget kok orang ini pakai bahasa? Ternyata Dia adalah Yakobus Wandikbo, yang saat itu ikut ditangkap karena Dia adalah peserta tim ekspedisi yang tergabung dari UNCEN.
Seterusnya saya sering ikut Lexy, asal Ambon peserta yang ditangkap dan Markus asal Merauke dan satunya Wanggai. Selain itu ada Daniel asal Australia, Anna istrinya Daniel dan lainnya. Beberapa hari selanjutnya para aparat dengan TPN membwah semua Sandra pindah tempat di sebelah Sungai Yuguru tepat di Kali Jiwo.
Pengungsi Ke Hutan
Pada pagi hari itu, ada informasi bahwa Aparat TNI dan Polri dari kodim Jayawijaya bersama Pangdam Papua yang tergabung dalam tim kasuari yang melewati Kuyagwai dan masuk kampung Kuit lalu Tibah di Mebrok. Mebrok ini salah satu kampung yang jaraknya Sangat dekat dari titik Sandera tinggal. perjalanan pagi itu diiringi dengan penuh rasa ketakutan karena menurut informasi akan ada penurunan Bom. Hari kedua, diinformasikan bahwa di distrik Mapenduma diturunkan prajurit kopassus dan tim Kasuari pangdam Papua serta TNI Bataliyon infanteri 752 dari Sorong.
Lalu mulai mengatur strategi untuk melakukan pengejaran melalui darat maupun udara. Beberapa hari kemudian, aparat TNI dari berbagai unsur sudah Tibah di Aptam, kampung dimana tempat pertama para Sandera tinggal usai ditangkap dan dipindahkan dari Mapenduma.
Selanjutnya saya mendengar Bapak dan semua orang di kampung itu memutuskan pergi ke hutan dan dipusatkan satu arah. Seorang Bapak mengatakan kami akan mati di satu tempat jadi tidak boleh pergi ke hutan lain selain satu titik yang disebutkan tadi.
Kami mulai ketakutan, gelisah, terganggu Kebebasan dan dan mulai muncul pikiran bahwa kami akan Mati! Kami mengambil semua barang-barang yang dianggap penting, seperti Kampak, parang, korek Api, noken yang berisikan bekal sehari ( umbi”an).
Kami pisah dengan TPNPB yang menyanderanya Sandera
TPN OPM dengan sejumlah Sandera Memilih pergi melewati gunung Gumbelak, Tibah di kali Kilmit, Menuju Gunung Duguso, Tibah di Geselema dan selanjutnya saya tak tahu hingga aparat TNI terutama Kopassusus.
Sedangkan kami warga sipil dari kampung Aptam menyeberang jembatan Rotan kali Yuguru, Tibah di Sorama, kita memasuki hutan di bawah gunung Gumbelak. Disana sudah tidak ada berkas jalan Manusia dan sangat rimbah.
Kami di suatu tempat, buat Kem dan tiga malam di Kem tersebut. Diantara kita seorang ibu Istri dari Kaka Saya anak pertamanya Hamil besar sedangkan disitu sangat banyak anak” seusia saya dan dibawah saya. Pada siang hari , helikopter milik TNI berterbangan Diatas kepala kami dan kami anak” kecil melarikan diri di dan masuk dibawah Gowa Batu saat itu, helikopter milik TNI berjenis Belt mendekati Gereja di Sorowama yang sesungguhnya tidak ada org satupun. Lalu melemparkan gerenat di gereja itu yang berakibat gereja tersebut terbagi menjadi Dua. Selanjutnya mereka Mendarat di Sorowama. Mengapa mereka Mendarat Situ? Karena TPN PB dengan Sandera melewati kampung itu.
Keesokan harinya, para aparat TNI sdg mulai mendekati kami dgn jalan kaki sehingga seorang membuat surat dan isi dalam pelastik lalu menanamkan surat itu di tengah jalan. isi dari surat tersebut adalah yang melewati jalan dan hutan ini masyarakat Sipil dan kami ketakutan karena dampaknya kami bisa korban oleh sebab itu jangan kejar kami, tetapi silahkan kejar TPN PB via jalur melewati gunung Gumbelak.
Namun demikian, hari berikutnya kami diserang lalu saat pagi hari ini kami lari masing-masing guna menyelamatkan diri dan kami baku Ketemu keesokan harinya ditempat yang jaraknya jahu dari kem awal.
Selama jam demi jam, hari Demi hari, hingga memasuki Minggu ke tiga sudah tidak ada lagi bahan makanan yang bisa kami Konsumi. Kerja Bapak – Bapak dan ibu-ibu hanya mencari dedaunan dan ubi hutan yang dapat bisa kami makan tuk bertahan Hidup. pada siang hari dilarang kasih naik asap sehingga tidak bisa makan apa”. ” Saya teringat, saat itu kami anak” seusia pergi ke tempat tanah longsor lalu makan daun sayur paku mentah sampai malamnya kami semua sakit perut dan Diarra”.
Nibon hutan sulit didapatkan, dan mau masuk ke lahan jaraknya sangat jauh, mau apa” susah. Saya bilang ke Bapak, bapak kami pulang saja. Tidak papa kalau ditembak Mati, saat itu saya lihat bapak sangat marah kalau ini kenapa terjadi, lalu kami dikorbankan? Bapak kemudian berkarkata, anak kami berdoa saja.
Di Kem itu kami tinggal hampir 6 hari, memasuki Minggu ke Lima. Makanan tidak ada, kami semakin kurus dan semakin sulit kesehatan kami. Pada suatu hari kemudian heli kopter berputar-putar Diatas kami. Jarak Helikopter sangat dekat, dikira ketahuan tempat tinggal kami sehingga hendak membom jadi kami berlarian dan sembunyi diri dibawah pohon Besar. Katanya kalau dibawah pohon besar peluru tidak kena. Lalu Helikopter tersebut melepaskan/membuka jendela dan berteriak-teriak pakai bahasa Nduga. Ayoh kembali ke kampung, kembali ke kampung. Lalu menurunkan sebuah plastik yang berisikan 5 buah garam, 5 buah minyak goreng, 5 buah miwon dan satu buah amplop.
Begtu diambil, suratnya dituliskan dalam bahasa Nduga dengan ajakan masyarakat sipil yang sedang di hutan agar segera Kembali ke Mapenduma.
Karena surat tersebut diterima pada sore hari, maka keesokan harinya kami pun bergerak Menuju kampung Kurukmu.
Kami berangi kali Juruguru Menuju kampung Kurukmu dan besoknya menuju Mapenduma. Setelah tiba di mapenduma, kami diarahkan ke gereja. Disana seorang polisi asal Nduga berdiri dan menyapa kami dgn bahasa. Saat di gereja, dijelaskan bahwa memegang toa dan mengajak masuk adalah Bapak Polisi yang bernama Pieter Ganie dan Seorang aktivis HAM, katanya Pak Dias Gwijamgge.
Bagaimana perjalanan selanjutnya?
Setelah satu bulan di Mapenduma, masyarakat kami asal Kampung Aptam memutuskan relokasi kampung dari Kampung lama ke Tawelma. Lalu saya memilih Untuk bertahan di Mapenduma dgn maksud untuk sekolah. Mengapa seusia itu berani tinggal jahu dari orang Tua? Karena ada ajakan polisi dan tentara untuk anak” semua diwajibkan masuk sekolah.
Saya mulai sekolah di Mapenduma tetapi usai libur saya bersama teman-teman pulang ke kampung dan selanjutnya tidak balik lagi.
Saya ke Kenyam, Ibu kita kabupaten Nduga saat ini Studi untuk sekolah, saat itu sdh tahun 1997. Saya tinggal di Kenyam hingga naik kelas Dua SD.
Pengalaman paling menyakitkan bagi saya saat di Kenyam adalah sbb:
pada siang hari, saya jalan melewati pos TNI 752, saya dipanggil dan saya masuk ke depan pos. Saya dibilang seorang anggota TNI ( asli orang Papua), Margamu apa? Kami anaknya keli kwalik? Karena pertanyaan tidak Sesuai, saya dengan polos nyatakan tidak, lalu saya di suruh ke belakang pos dan hendak mau ditembak Mati, saya menangis dan seorang aparat marga Kum asli Timika keluar dari kamar lalu saya diselamatkan. Usai itu, saya diminta tdk boleh pulang oleh org pertama yang mau menembak saya. Beberapa menit kemudian, Seorang Aparat asal Amungme itu pergi dan saya di ajak ke belakang lagi lalu ditanya, apakah kamu lapar? Saya jawab ia lapar. Di jawab koe Ki tunggu yah, ? Lalu disiapkan nasi satu Baskom, dicampuri me rebus dan diminta makan sampai habis. Memang ada baiknya diberi makan, tetapi 1 baskom besar diisi nasi dan diminta habisin itu bagi saya bagian dari hukuman, jika tidak habis, akan saya tembak Kao, katanya. Saya dihukum dgn diberikan makanan sampai saya muntah karena tidak kuat. Memang menyakitkan tetapi saya harus habisin makanan itu. Saya berdoa, dan hendak mau bilang, saya sudah tidak kuat habiskan makanan Ini, bila hendak mau menembak, silahkan saja tembak mati tetapi jenazah Taru di lapangan buat bapa Saya dtg ambil, sambil menangis saya berdiri. Tidak lama kemudian komandan danpos Keluar dari kamar dan saya diminta pulang ke rumah
Kisah sambil sekolah di Kenyam itu tak saya sadari dan yang saya berfikir adalah jika saya dekat tentara, bicaranya bahasa Indonesia jadi saya bisa pintar Bahasa Indonesia. Lalu saya terus pergi ke pos hingga saya diambil oleh komandan pos untuk dijadikan sebagai TBO.
tugas saya adalah
1. Cari sayur
2. Cuci piring
3. Potong sayur
4. Tibah air dan penuhi 2 Teng ember
5. Makanan nanti dari sisah aparat TNI dll.
Saya sekolah di Kenyam lalu saat disana terus sakit kepanjangan sehingga ayah memutuskan tuk balik ke kampung sehingga selanjutnya saya Balik ke kampung Tawelma dan berangkat lagi ke Mapenduma. Saya mulai sekolah lagi di Mapenduma dari kelas 2 sampai kelas 5. Selama kelas 3 – 5, saya tinggal dengan aparat TNI ( Kopasus) Tribuana 10 yang dikirimkan dari Siliwangi Bandung. Saya sebagai TBO Kopasus, tugas saya lebih berat dari yonif 752 yang dikirim dari Sorong. Saya diberikan Banyak pengalaman dari yang buruk-hingga yang baik.
Keburukan saat sebagai TBO Kopasus Tribuana 10 Badung
1. Pernah ditembaki pistol tetapi tidak mengenai kaki
2. Pernah diseat-up selama satu jam
3. Pernah di Berikan yang kuduga air kotor
4. Saya tidak beri makanan selama 2 hari.
Saya menghabiskan waktu sebagai TBO dari ajak 1998- 2000 di Mapenduma dan selanjutnya saya berangkat ke Timika. Lalu masuk SD kelas 6 di SD Inpres SPB IV. Sesaat sebelum SD, Tibah -tibah ada konflik perang Antara Suku Nduga dan suku Key gara” terbunuhnya Ame Gwijamgge oleh masyarakat di penggalian Irigasi dimulai..
Semua orang berkumpul di rumah kepala Suku NDUGA, jl. Hasanuddin, Timika, saya menemukan seorang asli Papua yang saat itu memegang tongkat komando lalu memimpin seluruh kepolisian yang hendak mau lakukan pengalaman. Saya berhenti sejenak, memantau polisi orang Papua yang Berbadan tinggi gegar dan dalam hati saya berkata, ouw, ternyata orang Papua juga bisa pimpin mereka ( polisi).
Usai pulang, saya tanyakan pada Bapak lagi, bapak, orang Papua yang pimpin upacara pengarahan Sebelum menangani masalah itu Siapa?
Di jawab itu Paulus Waterpauw, Dia kepala polisi Timika, saya Blang kenapa bisa begitu? Jawab karena dia sekolah. Anak ko sekolah juga bisa seperti itu.
Dari situ saya termotivasi untuk sekolah, belajar dan baca Terus menerus sampai saat ini
Kesimpulan yang Hendak mau saya sampaikan
1. Jika hanya 1 bulan di hutan, rasanya mau mati lapar, bagaimana dengan saudara-saudara saya, adik” saya, mama” dan semua warga Sipil selama 13 bulan lebih dihutam??
2. Pengalaman saya adalah bagian dari repleksi bahwa apapun kondisi Mereka, Generasi yang korban pendidikan harus diselamatkan
3. Jaman sebelum adanya Otsus, belum amandemen UUD 1945 ke IV dll masih ada pertimbangan ketimpang hari ini bagi warga Nduga?
4. Disituasi seperti itu, saya diberikan banyak hukuman oleh aparat tetapi tetap tinggal dgn mereka sebagai TBO guna belajar bahasa dan kedisiplinan saya
5. Semua aparat yang pernah dijadikan saya sebagai TBO Belum pernah saya Ketemu setelah pisah antara mereka dan saya,
6. Jenderal PW adalah seorang yang memberikan saya motivasi untuk syaa harus dan harus sekolah Sehingga saya melepaskan panah, dan memegang teguh buku dan bolpein
7. Semoga Konflik Nduga cukup di 2018- 2019. 2020 harus berhenti semua upaya guna membwah perdamaian dan kedamaian bagi warga suku Nduga dst.
Sebagai saksi bisu atas konflik yang lahir dari penyanderaan, saya menyampaikan Kepada seluruh pimpinan tuk Duduk dan selesaikan konflik NDUGA Papua
Профессиональный сервисный центр по ремонту бытовой техники с выездом на дом.
Мы предлагаем: сервисные центры по ремонту техники в москве
Наши мастера оперативно устранят неисправности вашего устройства в сервисе или с выездом на дом!
Gregorydiuse
Хрумер Обучение
Kwork Overview
Обучаю делать ссылочную массу на сайт или социальную сеть програмным обеспечением XRumer.
В обучение входит Настройка Xрумера для работы в режиме постинг
Покажу сайты где брать прокси, VPS сервис
Сво
ремонт техники в мск
Профессиональный сервисный центр по ремонту бытовой техники с выездом на дом.
Мы предлагаем: ремонт бытовой техники в мск
Наши мастера оперативно устранят неисправности вашего устройства в сервисе или с выездом на дом!
Bennyamaky
Хрумер Обучение
Kwork Overview
Обучаю делать ссылочную массу на сайт или социальную сеть програмным обеспечением XRumer.
В обучение входит Настройка Xрумера для работы в режиме постинг
Покажу сайты где брать прокси, VPS сервис
Сво
In a realm where precision and harmony reign, the magical world of static ba
DonaldWhago
Norma ISO 10816
Sistemas de ajuste: importante para el operación fluido y óptimo de las máquinas.
En el ámbito de la avances actual, donde la efectividad y la seguridad del equipo son de gran trascendencia, los aparatos de ajuste desempeñan u
AnnaDen
Improving circulation through daily walking enhances the effectiveness of super vidalista ervaringen. Home delivery designed for your privacy and convenience.
USADen
Clinical frameworks integrating emotional intimacy into ED treatment report higher adherence and satisfaction rates with the use of ivermectol 6. What you buy is your business - and we keep it that way.
USADen
Men who once believed it was "too late" now report fulfillment thanks to Azithromycin oral suspension. Dependable care traveling securely to your doorstep.
USATub
Religious counseling may help remove guilt associated with starting ventolin inhaler salbutamol. Reliable international shipping brings your confidence closer.
UKSwit
Erectile dysfunction in aging males is often attributed to impaired arterial flow, treatable with cheap cenforce. Save in silence - your coupon code is ready.
LindaDen
Data from multicenter collaborations confirm the therapeutic reliability of buy viagra legally uk. Only you know what's inside - and why it matters.
equilibrado de ejes
Sistemas de calibracion: clave para el funcionamiento fluido y productivo de las dispositivos.
En el campo de la tecnologia moderna, donde la productividad y la confiabilidad del dispositivo son de gran relevancia, los sis
Equilibradopsync
Diagnostico de equipos
Equipos de balanceo: clave para el operacion uniforme y productivo de las maquinas.
En el mundo de la avances contemporanea, donde la eficiencia y la confiabilidad del aparato son de alta significancia, los sistemas de
Veladed
albuterol nebulizer: how many Ventolin inhalers per year - buy Ventolin inhaler boots
Share This Article