Juru bicara satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap
MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Sebanyak empat orang dari Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19).
Juru bicara pemerintah untuk Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap mengatakan bahwa empat orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 masing-masing 2 orang laki-laki dan 2 orang wanita.
Dengan penambahan itu, maka jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi di Papua Barat per tanggal 6 Mei 2020 menjadi 53 kasus dari jumlah sebelumnya 49 orang.
Sementara untuk gambaran situasi OTG, ODP, dan PDP, jelas dr. Tiniap bahwa orang tanpa gejala (OTG) total 661 orang, sementara dipantau 341 orang, selesai dipantau 270 orang.
Orang dalam pemantauan (ODP) total 876, masih dipantau 178 orang, selesai dipantau 698 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) total 56, masih dalam pengawasan 17 orang, selesai pengawasan 39 orang.
Lebih lanjut, Tiniap mengatakan, saat ini keseluruhan yang dikonfirmasi telah meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 10 orang.
"Masing-masing 9 orang berstatus PDP, yaitu 7 orang dari Kota Sorong, 1 dari kabupaten Manokwari, 1 dari Teluk Bintuni, dan positif 1 dari Kota Sorong, sedangkan orang yang sembuh nihil" ujar Tiniap saat jumpa pers, Rabu (6/5).
Tiniap menyampaikan bahwa saat ini mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 untuk Papua Barat total 53 orang, dan orang terkonfirmasi negatif 209 orang.
Tiniap menyatakan bahwa kasus Covid-19 ini tidak menyerang suku, ras, agama, dan golongan, namun semua bisa terkena virus corona.
Lebih lanjut, Tiniap menyampaikan bahwa sejauh ini untuk tingkat penyembuhan belum dilaporkan bahwa ada kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Papua Barat.
Akan tetapi tingkat penyembuhan akan mengarah kesana, misalnya saja di kabupaten Manokwari dipastikan ada 7 orang yang bisa dikategorikan sembuh.
Hanya saja, kata Tiniap, swab pasien masih ditunggu setelah awalnya sampel swab mereka dinyatakan negatif, tetapi masih menunggu hasil sampel swab kedua yang baru dikirim pada Selasa (5/5) ke balai besar laboratorium kesehatan Makassar.
"Jadi kalau secara medis mereka yang di Manokwari masih menunggu hasil sampel swab, tetapi secara fisik beberapa pasien yang diambil swab pertama dinyatakan negatif, tapi menunggu swab kedua lagi" katanya.
Sementara pasien di Sorong sama hal menunggu hasil swab, namun rata-rata kondisi pasien stabil untuk ditangani. (WRP)
Share This Article