pasang iklan

Tak Terima Tanah Digusur, Warga Asiki Meninggal Dunia

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM - Potret Kekerasan oknum aparat Kepolisian terhadap warga sipil kerapkali terjadi. Perlakukan tersebut hingga sekarang belum juga kunjung reda, bahkan sering mewarnai kehidupan masyarakat Tanah Papua.

Tindakan oknum Polisi pada seorang pria bernama Marius Betera kini telah mencoreng nama besar Institusi Kepolisian Republik Indonesia. Diduga kekerasan tersebut bermula, saat korban hendak melaporkan PT. TSE atas penggusuran tanaman kebunnya.

Akan Tetapi, selepas korban mengadukan permasalahan tersebut, disinyalir Andi Selaku Manager PT.TSE mengontak anggota polisi setempat bernama Melki. Tak lama kemudian, oknum polisi itu datang menggunakan senjata lengkap dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban.

Tiba-tiba pantat senjata mendarat di bagian batang leher korban, dibagian telingga terdapat empat kali pukulan, Bahkan tak puas memukul, korban pun ditendang perutnya oleh oknum polisi.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Jagapapua, Kronologi ini berawal ketika Korban dan anaknya pergi, menengok kebun yang terletak di areal Camp 19 perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Sesampainya di lokasi, dia menemukan kebun pisang yang ditanaminya rata dengan tanah, dia menduga kalau pisang tersebut dilibas oleh alat eksavator milik Perusahan. Tak puas akan hal itu, diapun melaporkan kepada pihak Kepolisian sekaligus mendatangi pihak Koorporasi.

Namun ketika dia Selesai mendatangi Kantor Polisi dan berbelok menuju Kantor Koorporasi PT. TSE, kedatanganya disambut oleh Pria Bernama Andi Selaku Manager Perusahan dalam Pengawasan.

Tujuan korban tak lain, ingin menyampaikan keluhan tentang masalah penggusuran kebun pisang dilakukan Perusahan tanpa ada imbauan dan informasi kepada warga. Menurut korban, jika ada penggusuran, biasanya dilakukan pemberitahuan.

“Biasanya, perusahaan mengeluarkan informasi himbauan kepada Warga pemilik kebun, jika sedang ada pembersihan lahan dan kebun baru, maka warga diminta melakukan panen dan mengumpulkan hasil,” Ujar Saksi.

Tetapi tanpa sepengetahuan warga, Hak mereka dilibas, dan itu dipandang merugikan oleh pemilik kebun. Sebab tak ada pemeberitahuan sama sekali. Akhirnya amarah korban meluap dan meminta tuntutan ganti rugi.

Menurut saksi Korban, pemukulan oknum aparat kepolisian pada dirinya, ada kaitanya dengan Manager Pegawasan PT. TSE yang bernama Andi. Andi diduga menghubungi anggota polisi, Kejadian kekerasan ini juga disaksikan oleh Andi tersebut, bersama security perusahaan saat itu.

Sekitar pukul 1 dini hari waktu Indonesia Timur. selepas dirujuk klinik, Korban pun mulai merasa tidak enak badan, dia kemudian jatuh dan meninggal dunia selepas di boyong masuk untuk di periksa di klinik PT Tunas Sawa Erma pada Sabtu (16/5/2020). (RS)

Reporter: Rahmat/Editor: Kurniana

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2789/laporan-kasus-penembakan-wartawan-feby-dianggap-tak-objektif

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery