pasang iklan

Selama 10 Hari, OPM Klaim Rebut 9 Pucuk Senjata TNI-Polri

Siaran Pers Resmi Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB Per 25 Mei 2020

TPNPB Pimpinan Egianus Kogeya Panen Senjata

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya melalui Komandan Pedants lapangan Pasukan Elit Pimpinan Yodiut Kogeya dan Lewis Kogeya melaporkan bahwa;

Hari ini tanggal 25 Mei 2020 pukul 9.30 pagi waktu lokal, Distrik Billay telah berhasil merebut 5  pujuk senjata otomatis milik Pasukan TNI-POLRI, yaitu  4 pujuk senjata laras panjang dan 1 pujuk senjata laras pendek/pistol.

Penyerangan dan perampasan Senjata ini telah dilakukan Pasukan TPNPB dibawah Pimpinan Yodiut Kogeya. Yodiut Kogeya adalah adik Kandung dari Tandy Kogeya  yang pernah gugur di Medan pertempuran di  Tembagapura Papua bulan April lalu.

Tandy Kogeya dan Yodiut Kogeya adalah pasukan Elit tempur Kodap III Ndugama Pimpinan Egianus Kogeya dan Komadan Operasi Pemne Kogeya yang mengutus Perang TPNPB-OPM di Tembagapura di bawah pimpinan Komadan Operasi umum se Tanah Papua  Mayor Jenderal Lekagak Telenggen melakukan perang Nasional disana.

Kronologis Kejadian

Hari ini  jam 9.30 pagi waktu lokal Billay, tanggal 25 Mei 2020, Pasukan TPNPB-OPM Pimpinan Yodiut Kogeya dan Lewis Kogeya melihat Pasukan TNI-POLRI sedang  melakukan senam pagi di lapangan Distrik Billae Kabupaten Intanjaya. Maka Pasukan TPNPB-OPM dibawah Pimpinan Yodiut  Kogeya dan Lewis Kogeya kurung mereka dan menembak mati 2 anggota TNI-Polri dan tewas, serta 1 orang menangkap dan menyiksa sampai tidak berdaya, Setelah itu mengambil  4 pujuk senjata berat rantai di antaranya  2 pucuk  senjata laras senjata rantai dan 2 pujuk senjata panjang biasa, dan 1 pucuk pistol. Jumlah yang dimiliki Pimpinan TPNPB no Kodap III Ndugama Komadan Perang lapangan Yodiut Kogeya dan Lewis Kogeya adalah  5 pucuk senjata.

Hal tersebut dilaporkan Yodiut Kogeya bahwa sementara jumlah total senjata yang direbut dari tanggal 15 sampai hari ini tanggal 25 Mei adalah sebagai berikut:

1.Di Pos TNI-Polri 99 Paniai Enarotali 4 Pujuk senjata otomatis;

2. Kami baru saja merebut 5 Pujuk senjata otomatis;

3. Jadi semua jumlah dalam bulan Mei dari tanggal 15 -25 ini kami berhasil merebut kembali senjata api milik Pasukan TNI-POLRI adalah 9 Pujuk Senjata otomatis;

4.Tanggal 18 Mei 2020 Saya selaku pimpinan perang Lapangan Yodiut Kogeya dan Lewis Kogeya sudah menembak mati 5 pasukan keamanan Indonesia TNI-POLRI, satu orang di antaranya Masyarakat Sipil yang merupakan mata-mata TNI-Polri;

5.Penembakan 2 orang  anggota Tim Medis, murni dilakukan oleh Pasukan TNI-POLRI.

Laporan dari Lapangan 

Komandan Perang lapangan Pasukan Elit Kodap III Ndugama Yodiut Kogeya melaporkan kepada Awak Media The-TPNPBNEWS bahwa:

Tanggal 15 Mei 2020  telah menembak 4 Anggota Pasukan Keamanan Indonesia TNI-POLRI,  Satu Warga Sipil mata-mata TNI-Polri di Kampung Distrik Bilae Kampung Pogapa Kabupaten Intanjaya Perbatasan Walayah Paniai adalah Murni dari Pimpinan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Brijen Egianus Kogeya dibawah pimpinan lapangan Yodiut Kogeya.

Terkait Laporan tersebut Komadan Operasi umum TPNPB se Tanah Papua Mayor Jenderal Lekagak Telenggen membenarkan bahwa:

Apapun yang sedang terjadi kontak senjata di Tanah Papua seperti:

  1. Penyerangan 4 Pos Darurat TNI-Polri dan Perampasan 2.310 butir amunisi aktif di Distrik Keneyam Kabupaten Nduga Papua.
  2. Penembakan 4 Anggo Pasukan TNI-POLRI dan satu orang warga binaan mata-mata NKRI di Distrik Billae Kampung Pogapa.
  3. Perampasan 4 pujuk senjata  api Milik Pos Pol 99 Paniai Enarotali
  4. Penyerangan terhadap Pasukan Keamanan Indonesia TNI-POLRI di lapangan Distrik Billae Kabupaten Intan Jaja yang Merampas 5 pujuk senjata otomatis.

Semua peristiwa ini atas Perintah Komando Nasional Komnas TPNPB, dibawah pimpinan Jenderal Gen Goliat Tabuni dan Komadan Operasi umum TPNPB se Tanah Papua Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, oleh karena itu kami siap bertanggungjawab.

Semua Peristiwa itu terjadi karena tututan hanya satu yaitu:

TPNPB-OPM perang adalah menuntut kemerdekaan bangsa Papua Barat Merdeka Sendiri sesuai Mandat Rakyat Papua ingin Merdeka sendiri. Hal tersebut dilaporkan langsung dari Komandan Operasi umum Militer TPNPB-OPM se Tanah Papua.

Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

Komadan Operasi umum, diteruskan oleh Jubir TPNPB Sebby Sambom.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2875/pasukan-khusus-kaliber-tpnpb-opm-kodap-iii-serang-pos-tni

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery