pasang iklan

Viral, Buku "A Memoir" Cohen Ungkap Sikap Rasisme Trump

JAGAPAPUA.COM - Buku yang berjudul Disloyal: A Memoir karangan Michael Cohen telah terbit di berbagai media berita AS pada selasa (8/9). Buku ini seketika menjadi viral dengan menayangkan berbagai klaim atau tuduhan Cohen terhadap Presiden Donald Trump. Pasalnya penulis buku tersebut adalah orang kepercayaan Trump, mantan pengacara pribadinya yang seringkali memecahkan persoalan pelik Trump selama bertahun-tahun. Buku ini ditulis saat Cohen menjalani masa tahanannya diantaranya karena pelanggaran keuangan kampanye Trump.

Dalam buku itu, Cohen menuduh Trump bersalah atas kejahatan yang sama yang membuatnya dipenjara, dan dalam tulisannya ia menyebut Trump sebagai "penipu, pembohong, penipu, pengganggu, rasis, pemangsa".

Selain itu, Cohen juga memberikan klaim kepada Trump tentang pendapatnya terhadap orang berkulit hitam. "Sebagai aturan, Trump mengungkapkan pendapat rendah semua orang kulit hitam, dari musik hingga budaya dan politik," tulis Cohen dalam bukunya. Mantan pengacara pribadi presiden itu juga menyebut Trump sebagai mafia dan berpandangan rendah terhadap kelompok orang berkulit hitam.

Hal yang tidak kalah menghebohkan adalah klaim Cohen terhadap Trump yang menyebut mantan Presiden Afrika Selatan, seorang revolusioner anti-apartheid, Nelson Mandela adalah “bukan pemimpin”. Nelson Mandela dikenal sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan setelah puluhan tahun dipenjara selama gejolak apartheid. Ia pahlawan bagi banyak masyarakat di Afrika Selatan dan figur berarti bagi banyak masyarakat di berbagai dunia.

Seketika klaim yang beredar di berbagai maedia tersebut menyita perhatian masyarakat dunia terutama tanggapan datang dari Yayasan Nelson Mandela (Nelson Mandela Foundation). Secara tersirat mereka mengatakan bahwa tidak sembarang pemimpin yang pantas memberikan komentar terhadap Nelson Mandela dan apa yang telah dilakukannya selama hidup dan dalam kepemimpinannya.

Mereka menambahkan bahwa Madiba, sebutan akrab Nelson Mandela pernah berkata bahwa seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang berani terlibat dalam perdebatan secara terus terang dan komprehensif sehingga menjadi lebih dekat dengan pihak lain serta terlihat lebih kuat. Seorang yang sombong bahkan tidak akan dapat memahami hal ini secara baik dan mereka berharap kata-kata ini dapat dijadikan pelajaran oleh Presiden Trump.

Bahkan Cohen juga menuturkan bahwa Trump mengucapkan sebutan yang tidak pantas kepada orang berkulit hitam. Ia mengatakan “shithole” yang berarti “bajingan” kepada mereka. Trump juga mengucapkan, "Katakan padaku satu negara yang dikelola oleh orang kulit hitam yang bukan bajingan. Mereka semua adalah toilet lengkap," kata Trump suatu kali, menurut Cohen, melansir dari BBC News (8/9).

Sejak kepemimpinannya, tuduhan rasisme telah merusak citra diri dan pemerintahannya dan terus menjadi sumber masalah hingga saat ini menjelang pilpres november mendatang. Tuduhan rasisme juga sering dilontarkan rivalnya, Joe Biden dan pendukungnya untuk mempengaruhi opini publik dan elektabilitas Trump.

Sementara itu, pejabat Gedung Putih turut berkomentar terhadap klaim yang tersebar di media yang disebabkan oleh buku Michael Cohen. Tuduhan yang ditujukan kepada Cohen adalah bahwa ia seorang pengacara yang dipecat, dipermalukan, yang telah berbohong kepada Kongres dan ia telah kehilangan seluruh kredibilitasnya. Oleh karena itu, Cohen dianggap mengambil keuntungan dari kondisi sensitif AS saat ini dengan melontarkan banyak klaim kepada Donald Trump. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (140)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery