pasang iklan

Dua Agen Pembersih Bom Tewas dalam Ledakan di Kepulauan Solomon

JAGAPAPUA.COM - Pada minggu (20/9), sebuah ledakan bom menewaskan dua pria pekerja dari agen pembuangan sisa-sisa bom akibat Perang Dunia 2 di Ibu Kota Honiara, Kepualuan Solomon. Keduanya teridentifikasi bernama Stephen Atkinson warga negara Inggris dan Trent Lee warga negara Australia yang bekerja pada Norwegian People’s Aid (NPA), agen dari Norwegia yang membantu membuang bom di Kepulauan Solomon.

NPA adalah sebuah agen yang bekerja membantu membuang bom yang tidak meledak. Sedangkan Kepulauan Solomon diketahui merupakan medan pertempuran Perang Dunia 2 di kawasan Pasifik Selatan. Di wilayah ini diketahui terdapat ribuan bom sisa perang yang belum meledak. Akan tetapi kecelakaan ledakan bom pada hari minggu lalu adalah kejadian yang merupakan kecelakaan tragis yang dialami para pekerja tersebut.

Pekerjaan yang dilakukkan Trent lee ia tulis di halaman facebooknya bahwa ia adalah seorang penasehat senjata kimia. Peran Lee dalam pekerjaannya tersebut adalah melakukan survei dan menemukan bom untuk kemudian menyerahkan informasi terkait kepada tim pembuangan senjata peledak Polisi Kepulauan Solomon.

Menurut Norwegian People’s Aid (NPA), misi mereka adalah membantu pemerintah Kepulauan Solomon dalam mengembangkan database terpusat. Database ini memberikan gambaran umum tentang jumlah dan keberadaan sisa-sisa bahan peledak dari kontaminasi Perang Dunia 2. Wilayah ini merupakan wilayah yang rawan sehingga perlu dilakukan survei, penjinakan dan pembuangan bom tersebut agar tidak terjadi kecelakaan ledakan yang tidak diinginkan.

Kepulauan Solomon diketahui akan menjadi tuan rumah Olimpiade Pasifik 2023 (Pasific games 2023). Oleh karena itu, para pekerja tersebut telah berada di ibu kota Honiara untuk membersihkan lokasi bom menjelang Olimpiade pada tahun 2023 mendatang. Sebelumnya, dalam upaya suksesi penyelenggaraan pertandingan, Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manase Sogavare telah mengumumkan bahwa Tiongkok telah menjanjikan memberikan dana hibah senilai lebih dari $50 juta atau setara dengan Rp. 704,1 Miliar. Untuk mendapatkan dukungan ini, pemerintah Kepulauan Solomon telah memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan. (UMR)

Share This Article

Related Articles

Comments (164)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery