pasang iklan

DPP Parjal Gelar Diskusi Publik Bahas UU Otsus Papua di Manokwari

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kesatria Parlemen Jalanan (Parjal) di kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat melakukan diskusi publik dengan sorotan tema: ‘Otsus Mau Dibawa Kemana’.

Diskusi publik tersebut dibuka oleh Ketua Majelis Rakyat Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren, SE. Turut hadir LSM dan advokat pembela HAM Yan Christian Warinussy, SH, Metusalak Awom, SH, Ishak Hallatu, Hendrik Arwam (akademisi Unipa), tokoh perempuan Anike T.H Sabami, Yuliana Numberi, Ketua Parjal Ronald Mambiuew, anggota MRPB Yulianus Kathebu, dan ketua panitia diskusi publik Yosua Sayori.

Dalam sambutannya, terkait dengan Otsus Papua Maxsi Ahoren menyatakan bahwa MRPB sudah bersikap, bahkan hasil kerja MRPB sudah diserahkan ke Jakarta melalui Pansus Otsus DPR RI. Menurutnya, sebelum menyerahkan hasil kerja MRPB, pihaknya sudah menemui kementerian terkait dan DPD RI untuk menyampaikan apa yang sudah disepakati oleh rakyat Papua ketika rapat dengar pendapat (RDP) MRPB terkait Revisi Undang-undang Otsus jilid 2.

Ahoren menegaskan bahwa RUU Otsus sudah dilakukan uji materi ke Mahkamah Agung (MA), namun justru ada penolakan dari sejumlah pihak yang notabene adalah anak-anak asli Papua itu sendiri.

“Saya ini adalah wakil rakyat yang diangkat oleh masyarakat adat di MRP, maka saya atas nama MRP kami sudah menguji materi pasal 77 tetapi ditolak tanpa kejelasan bagi rakyat Papua,” jelas Ahoren, Kamis (15/7).

Dia kembali mengatakan bahwa pada hari ini, Kamis (15/7) waktu Jakarta, DPR RI dan Pemerintah akan mengesahkan RUU otsus kedua di Jakarta. Meskipun saat ini berkembang di tanah Papua bahwa sejumlah orang asli Papua menolak perpanjang Otsus, namun negara lebih memilih mengesahkan RUU otsus tanpa mendengar aspirasi masyarakat.

Menurutnya diskusi publik seperti ini sudah sering dilakukan MRP-PB bersama sejumlah pihak di Papua Barat untuk menyikapi Otsus Papua. Ia mengatakan bahwa banyak sejumlah pihak dari tanah Papua kecewa atas pengesahan RUU Otsus tersebut, sehingga MRPB menegaskan bahwa pengesahan RUU Otsus merupakan kehendak negara dan bukan kehendak rakyat asli Papua. 

Diskusi publik pada hari ini dihadiri tokoh masyarakat Papua yang sangat cemerlang dalam menyikapi persoalan Papua, maka sudah saatnya Orang Asli Papua bersatu bersama lembaga MRP untuk mengawal RUU otsus yang sudah disahkan oleh negara.

Setelah sambutan acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan diskusi publik dengan beberapa pembicara yang sudah siap memberikan pandangan hukum, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh perempuan tentang tema diskusi tersebut. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (2)

  • aplikasi game slot

    Apikasi Game Slot merupakan aplikasi yang sanggup meretas seluruh permainan game slot online. Dengan tingkatan pasar permainan game slot yang begitu besar di Indonesia. Kru kita bakal membantu kamu untuk mendapatkan aplikasi berasal dari permainan g

  • 천안한국출장

    Good day! Do you know if they make any plugins to protect against hackers? I'm kinda paranoid about losing everything I've worked hard on. Any suggestions?

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery