pasang iklan

Nasib Miris Tak Dapat Belajar Online Bagi Sebagian Orang

JAGAPAPUA.COM - Saya tulis mewakili kaum lemah, Selamat Membaca Tuhan berkati.

Pendidikan adalah senjata yang mematikan (Nelson Mandela). Pendidikan juga merupakan pembawa perubahan atas diri sendiri, keluarga, Kampung, Wilayah dan Suatu Bangsa/Negara. Pendidikan dengan kata dasar "didik" berarti harus ada sentuhan secara langsung antara pendidik dan yang dididik.

Dengan adanya penyebaran Covid19, Semua Negara khususnya di instansi Pendidikan telah down guna memutuskan rantai penularan Covid-19. Termasuk negara indonesia oleh kementerian pendidikan dan juga Papua Khususnya oleh Kadispen Pemprov Papua agar semua sekolah-sekolah berhentikan proses UKBM.

Kampus-kampus diseluruh indonesia juga telah diliburkan. Guna memutuskan rantai penyebaran covid 19. Termasuk Kampus tertua di tanah Papua Universitas Cenderawasih.

Ketika Kuliah/sekolah Online diberlakukan

Ketika kuliah/sekolah online diberlakukan bagi kami yang ekonomi lemah (kurang mampu) sangat tidak memungkinkan untuk dapat menyesuaikan dengan protokol yang telah diberlakukan/diterapkan di masing-masing Sekolah ataupun Kampus.

Beberapa alasan yang mendasar bagi kami yakni dengan ;
1. Kurangnya ekonomi (uang untuk beli pulsa data)
2. Ada beberapa kawan kami yang belum paham dengan dunia IT (dalam hal tranfer tugas, buka halaman web dan cara mengoperasikan dll).
3. Orang tua belum bisa untuk mentranfer uang untuk kebutuhan hidup karena kondisi di daerah belum memungkinkan (tempat pengiriman uang belum dibuka karena covid-19 dan bagi orang tua yang belum tahu mengoperasikan ATM Banking harus tunggu sampai Pegawai bank aktif melayani. Kemudian ada beberapa daerah di Papua seperti Kab. Pegubin, Nduga, Mimika, Puncak dalam situasi kurang aman dengan adanya perlawan antara TNI dan TPN-PB OPM).

Beberapa hal diatas menjadi kendala yang mendasar bagi kami. Apalagi orang tua kami yang petani menjadi sulit untuk berjualan di kota atau Pasar, dengan adanya point 3 di atas. Kami di kota studi juga mengalami kesulitan karena tidak ada ruang gerak untuk mencari uang (tawar jasa) mengingat semua orang bekerja dari rumah dan semua aktifitas dari rumah. Mau makan 1 piring saja kami mengalami kesulitan.

Kami tidak bisa memaksa keadaan orangtua kami di daerah dengan situasi dan kondisi seperti di point 3 dibagian Akhir.

Kiranya tulisan ini menjadi pertimbangan bagi para pembaca dan diteruskan ke stakeholder bersangkutan. Terimakasih

Jayapura-Papua, 31 Marc 2020
Salam dari anak kampung.

Lengka Yefta

(Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/1934/guru-penyangga-utama-pendidikan-tanah-papua)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery