pasang iklan

Jefry Auparay: Stok Bahan Pokok Papua Barat Aman

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Biro Perekonomian Setda Provinsi Papua Barat dan tim inflasi daerah yang terdiri dari Perindag, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat dan tim Polda Papua Barat telah memantau status ekonomi Papua Barat, tetapi sejauh ini masih stabil.

Meskipun terjadi musibah bencana non alam atau wabah virus corona disease (Covid-19) secara global, tetapi kestabilan ekonomi rakyat secara khusus di daerah kabupaten, kota se Papua Barat masih relatif aman untuk beberapa bulan kedepanya.

Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Papua Barat, Jefry Auparay kepada jagapapua.com, Jumat, 3 April 2020 saat ditemui di Sekertariat Satgas Covid-19 Papua Barat.

Lebih lanjut, Jefry mengatakan saat ini secara Nasional diakui bahwa stok gula pasir terbilang sudah kosong sehingga berdampak ke daerah Papua Barat. Akan tetapi saat ini menurut distributor bahwa sudah ada kapal barang yang mengimpor gula pasir ke Papua Barat.

Dengan demikian, kata Jefry, gula pasir sudah mencukupi kebutuhan masyarakat Papua Barat untuk beberapa bulan kedepanya. Menurut Jefri, stok beras dan bahan kebutuhan pokok makanan bagi rakyat Papua Barat masih sangat mencukupi.

"Terkait dengan ayam potong, ayam petelur, minyak goreng, ikan air tawar sampai sekarang masih cukup untuk kebutuhan masyarakat tiga bulan kedepan" ungkap Jefry.

Menurut Jefry, kalaupun pemerintah kabupaten, kota yang sudah menetapkan status lockdown daerahnya, maka harus berkoordinasi dengan pemprov Papua Barat dalam hal ini gubernur, sehingga kalau ada kekurangan bahan pokok makanan tidak stabil, maka segera dicari solusinya.

Dia menyampaikan bahwa sampai sejauh ini dari pemantauan mereka bahwa stok kebutuhan, pangan, papan, dan sandang bagi masyarakat Papua Barat masih cukup beberapa bulan kedepan.

Bahkan menurutnya, pelaku usaha sangat menyanggupi permintaan masyarakat tentang kebutuhan tersebut. Dikatakan Auparay bahwa pemerintah Pusat sudah instruksikan untuk setiap daerah menjaga stabilitas ekonomi 7 bulan ke depan mulai terhitung April hingga Oktober 2020 mendatang.

"Tugas kita sekarang mendata stok bapok tujuh bulan kedepannya" ujar Auparay seraya menjelaskan bahwa dari kebutuhan lainnya seperti ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan Pertamina masih sangat mencukupi kebutuhan masyarakat Papua Barat.

Oleh karena itu, tokoh pemuda Papua Barat ini menyampaikan agar rakyat Papua Barat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan bahan pokok makanan.

Ia juga menambahkan agar masyarakat tidak usah panik karena adanya bencana non alam atau Covid-19 ini dan kekhawatiran masyarakat tentang kebutuhan masyarakat Papua Barat tentang bapok, sebab sekarang pemerintah sedang memantau semua hal. (WRP)

Baca juga https://jagapapua.com/article/detail/2088/selama-lockdown-sembako-di-biak-numfor-aman

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery