pasang iklan

Sumule : Jangan Ke Papua, Anda Akan Mati

PAPUA, JAGAPAPUA.COM - Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa kebijakan lockdown adalah keputusan pemerintah pusat. Karena itu menurutnya tidak ada pemerintah daerah yang mengambil keputusan masing-masing tanpa koordinasi. Namun, sebagaimana diketahui, masih saja terdapat sejumlah daerah yang menerapkan kebijakan lockdown. Salah satunya adalah Papua.

Menurut Dr. Filep Wamafma,SH.,M.Hum, Pemerintah Pusat sudah seharusnya menghormati setiap Keputusan yang dilakukan oleh Kepala Daerah di Tanah Papua menyikapi Penyebaran virus corona. Ia menyebut bahwa faktor kultur, geografis dan teologi yang berbeda dengan daerah lain bisa menjadi bahan pertimbangan. Karena itu, wajar menurutnya Papua mengambil langkah "berbeda". 

Karena itu menurut Dr. Filep bahwa Pemerintah Pusat tidak perlu curiga yang berlebihan kepada Kepala Daerah, karena apa yang dilakukan adalah semata-mata untuk Kemaslamatan manusia secara khusus Masyarakat Papua. Bahwa dasar pertimbangan jumlah Penduduk asli Papua yang sedikit disertai dengan kehidupan sosial budaya sangat rentan terhadap penyebaran Covid -19. Oleh sebab itu menurut Anggota DPD RI ini, yang saat ini perlu dilakukan oleh Pemerintah Pusat adalah tidak sebatas instruksi tetapi perlu penyediaan sarana prasana kesehatan yang berkualitas di tanah Papua.

Apalagi, menurut senator asal Papua Barat ini, bahwa peristiwa ini harusnya menjadi bahan untuk mengevaluasi penggunaan 15% dana Otsus untuk Kesehatan agar peruntukannya tepat sasaran, khususnya penyediaan fasilitas kesehatan yang berkualitas di tanah Papua.

Seperti sebelumnya di beritakan oleh jagaPapua.com Kebijakan Gubernur dan Forkompimda Provinsi Papua yang melakukan Karantina Wilayah dengan menutup bandara udara dan Pelabuhan laut. Sementara, Gubernur Papua Barat bersama Forkompimda Papua Barat yang mengeluarkan instruksi larangan bagi warga yang Non KTP Papua untuk ke Papua Barat dan kebijakan-kebijakan lainnya. 

Sebelumny kepada sejumlah Media, Juru Bicara Satgas Covid 19 Di Provisi Papua mengatakan bahwa “Mengapa kami larang orang luar ke sini? Karena kalau anda ke Papua, Anda akan mati. Maaf bahasa saya terlalu terang-terangan. Mengapa? Mengurusi warga kami saja, rumah sakit kami tidak mampu. Apalagi anda datang ke sini. Sudah kami sampaikan berulangkali, kami tidak mampu. Jadi yang paling bagus, jangan datang dulu ke Papua selama masa pemberlakuan ini. Anda datang, Anda kena Covid-19, saya pastikan kami tidak mampu merawat Anda,” ujar Sumule lebih lanjut.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2051/benarkan-tito-tidak-setuju-papua-di-lockdownhttps://jagapapua.com/article/detail/2087/akhirnya-penumpang-km-ciremai-tanpa-identitas-biak-balik-kanan

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery