pasang iklan

Stok Masker Kosong, Pemda Pesan Masker Kain

BIAK NUMFOR, JAGAPAPUA.COM -  Kesulitan untuk mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) semenjak wabah virus corona (Covid-19) merambah di wilayah Indonesia hampir dialami semua daerah. Salah satunya di Kabupaten Biak Numfor. Masyarakat dalam tiga minggu terakhir sangat sulit untuk mendapatkan masker sebagai alat pelindung diri.

Bahkan, untuk mendapatkan masker di sejumlah apotik sudah merupakan barang yang cukup langkah bagi masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk mendatangkan APD (masker) namun mengalami kendala karena memang stoknya dari sana (Jakarta) terbatas. Memang sudah ada yang di datangkan namun jumlahnya masih sangat terbatas, sementara permintaan masyarakat cukup tinggi.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor telah menggalang sejumlah penjahit untuk membuat masker kain yang nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Diharapkan, masker kain tersebut sudah bisa didapatkan masyarakat dalam waktu secepatnya.

Masker kain dinilai juga sangat tepat dijadikan sebagai alat pelindung diri, jika dibandingkan dengan bentuk masker bedah dan masker jenis N95 hanya diperuntukan bagi petugas kesehatan (sekali pakai). Keunggulan masker kain dinilai dapat digunakan lebih dari satu kali asalkan di cuci dengan deterjen atau air panas kalau perlu setelah dipakai.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor yang juga adalah Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd mengatakan telah meminta jajarannya supaya segera memesan pembuatan masker kain sebanyak-banyaknya sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang saat ini memang kesulitan mendapatkan alat pelindung diri tersebut.

“Kelangkaan masker tidak hanya di Biak namun semua daerah lainnya, berbagai upaya kami sudah lakukan untuk mendatangkannya tapi memang stoknya di sana (di Jakarta) memang terbatas. Ada yang baru tiba 2.000 buah namun itu digunakan untuk kepentingan medis, oleh karena itu saya sudah meminta supaya masker kain ini dibuat di Biak. Diupayakan dalam waktu secepatnya sudah tersedia di Biak,” ujar Bupati kepada wartawan setelah memimpin rapat koordinasi dan evaluasi tim kerja Gugus Tugas Percepatan Pengananan Covid-19, di Gedung Wanita, Senin (6/4) kemarin.

Perlunya pemakaian masker jika keluar rumah bagi semua warga termasuk yang sehat saat berada di luar rumah. Tujuan pakai masker ini guna mencegah penularan dan penyebaran covid-19. “Pemesanan APD termasuk masker ini sudah dilakukan, namun memang stoknya terbatas dan semua daerah mengalami demikian,” tandas Bupati.

Sekedar diketahui diberbagai media, sebelumnya Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, kewajiban untuk mengenakan masker ini sesuai dengan rekomendasi dari WHO.“Mulai hari ini sesuai dengan rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker,” kata Yurianto saat konferensi pers, Minggu (5/4).

Yurianto mengatakan, masyarakat dapat mengenakan masker kain untuk melakukan pencegahan. Sedangkan masker bedah dan masker jenis N95 hanya diperuntukan bagi petugas kesehatan.

Masker kain dikatakan, boleh dipakai berulangkali, dengan catatan harus dicuci secara tepat. "Keuntungannya masker (kain) ini bisa dipakai berulang, tapi perlu dicuci dengan deterjen dan bila perlu air panas sehingga dapat membunuh virus/kuman atau bakteri," katanya.

WHO pada Jumat (4/4) menyatakan masker medis harus diprioritaskan bagi petugas kesehatan. WHO membuka pintu bagi penggunaan masker buatan sendiri atau penutup mulut lainnya yang lebih luas sebagai cara untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Seorang pejabat senior WHO mengatakan ada kemungkinan penularan virus corona melalui udara yang kini telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang dan membunuh 50 ribu orang di seluruh dunia sejak muncul di China Desember lalu.

Tetapi, pendorong utama pandemi itu masih diyakini adalah orang sakit dengan gejala batuk dan bersin yang memapar permukaan atau orang lain.

Mengapa Harus Pakai Masker?

Studi terbaru mengarahkan semua orang harus bermasker. Mereka yang sehat perlu gunakan masker untuk mencegah penularan infeksi virus corona baru.

Studi terbaru oleh Komisi Tetap Penyakit Menular dan Ancaman Abad 21 di Amerika Serikat menyebut virus corona bisa menular melalui percakapan dan pernapasan normal dengan orang yang terpapar.

Kesimpulan studi yang dipublikasikan di laman Academy of Science Engineering Medicine dan menjawab pertanyaan resmi Gedung Putih itu secara tegas menyebut bahwa virus corona bisa menyebar hanya melalui percakapan dan pernapasan.

Setelah konfirmasi dari para ilmuwan itu, Amerika Serikat bahkan sekarang menganjurkan semua warganya mengenakan masker, pembaruan imbauan yang disampaikan dua hari lalu.
Masker diperlukan bagi setiap orang agar tidak saling menulari virus corona. Ada kesempatan tinggi penularan terjadi ketika orang sakit berinteraksi dengan orang sehat dan orang sehat berinteraksi dengan yang lain juga.

Penggunaan masker diharuskan juga terkait dengan percikan liur atau droplet. Penelitian terbaru menunjukkan batuk dan bersin dapat membuat percikan liur terlontar lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dari pengamatan menggunakan kamera berkecepatan tinggi dan sensor lainnya terlihat bahwa sebaran droplet di udara dari orang batuk atau bersin tak cuma sebatas satu meter sebelum akhirnya jatuh ke permukaan.

Ilmuwan yang memimpin penelitian ini, Prof Lydia Bourouiba dari MIT, mengaku khawatir dengan konsep pengaturan jarak fisik yang disarankan WHO saat ini, yaitu satu meter.

Pasalnya, menurut dia, partikel yang diembuskan lewat batuk atau bersin adalah gas yang memiliki momentum tinggi yang bisa terbawa melewati jarak jauh, termasuk di dalam ruangan.
Bourouiba menjelaskan dalam situasi tertentu, terutama di dalam ruangan berventilasi buruk, memakai masker memang tepat karena akan mengurangi risiko tertular penyakit yang menyerang saluran pernapasan.

Ketika menghadapi seseorang yang terinfeksi, misalnya, masker dapat membantu mengalihkan aliran napas mereka dan menjauhkan virus dari mulut kita.

Masker tipis tidak akan melindungi orang dari menghirup partikel terkecil di udara karena memang tidak punya kemampuan menyaring. Tetapi masker berpotensi membantu membelokkan gumpalan gas yang dilontarkan dari orang batuk atau bersin ke samping wajah.

Dokter spesialis paru-paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Erlina Burhan mengungkapkan penularan Covid-19 secara cara langsung melalui droplet atau percikan air liur.

"Artinya, orang yang terinfeksi virus ini ketika sedang batuk dan bersin dengan jarak lebih dari 1 meter mengeluarkan droplet. Droplet ini mengandung virus Covid-19," kata Erlina, beberapa waktu lalu.

Produksi masker di AS pun digenjot. Gugus Tugas Covid-19 Gedung Putih, sesuai dengan Undang-Undang Produksi Pertahanan, disarankan untuk mengarahkan pangkalan manufaktur meningkatkan kapasitas produksi masker, di luar upaya 3M, yang telah menggandakan produksi masker N95 global menjadi sekitar 100 juta sebulan.

Tips Memakai dan Membersihkan Masker Kain

Dokter Erlina Burhan mengatakan masker kain memang boleh dipakai berulangkali, dengan catatan harus dicuci secara tepat.

Mencuci masker kain tidaklah sulit, yakni hanya bermodal deterjen dan dibasuh dengan air hangat sebagai upaya pencegahan tertular dari virus.
"Keuntungannya masker (kain) ini bisa dipakai berulang, tapi perlu dicuci dengan deterjen dan bila perlu air panas," katanya.

Masker kain menjadi alternatif lain yang diperuntukkan bagi masyarakat sehat apabila masker bedah langka di pasaran.

Bagi masyarakat yang memiliki gejala Covid-19 bisa menggunakan masker ini untuk mencegah droplet maupun partikel yang menjadi airbone agar tidak menularkan ke orang lain.

Di samping itu, masker kain bisa dibuat dengan mudah di rumah. Terpenting adalah menggunakan kain yang nyaman dipakai, desainnya bisa dimasuki tisu, dan bisa menahan percikan droplet.

Yurianto menyarankan agar penggunaan masker kain tidak lebih dari empat jam. Masker yang telah digunakan pun harus direndam menggunakan sabun terlebih dulu sebelum dicuci.

“Di samping cuci tangan dengan menggunakan sabun selama minimal 20 detik. Ini menjadi kunci bagi kita untuk kemudian mengendalikan penyakit ini,” tambah Yurianto. (Humas Pemda Biak Numfor)

Baca juga https://jagapapua.com/article/detail/2237/adakah-masker-bagi-mama-mama-papua-di-pasar

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery