pasang iklan

Anggota KAPP Pertanyakan Mekanisme & Kriteria Pencalonan Ketua

JAGAPAPUA.COM - Pelaksanaan Konperda KAPP Kabupaten Teluk Wondama pada 11 Juni 2026 lalu diwarnai dinamika internal. Salah satu Anggota KAPP, Maikel Werbete menyampaikan banyak anggota mempertanyakan mekanisme dan kriteria pencalonan Ketua KAPP yang diduga menimbulkan polemik.

“Terduga oknum yang berkaitan dengan hilangnya dana Komperda dapat ditunjuk sebagai Ketua KAPP tanpa membiarkan demokrasi berjalan dalam pemilihan. Banyak diantara kami lantas berharap agar jalannya Konperda ini dapat ditinjau dan dikoreksi oleh segenap penyelenggara, karena hal ini dianggap sangat mengganggu pemilihan dan dalam berdemokrasi,” katanya, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, segenap anggota dalam rapat singkat tersebut mengungkapkan kekesalan mereka atas insiden yang terjadi pada pemilihan Ketua KAPP. Menurutnya, banyak anggota KAPP hangat memperbincangkan kriteria dan ketua terpilih dapat ikut serta dalam pencalonan ketua KAPP, sedangkan barang bukti dan laporan polisi masih berjalan.

“Untuk itu segenap anggota KAPP menyesalkan kejadian dalam konfrensi yang merupakan hajatnya KAPP terkesan bisa dibatasi dan menyebabkan aspirasi segenap Anggota KAPP tidak tersalurkan. Kami lantas meminta agar pihak berwajib mengusut tuntas oknum-oknum yang dengan sengaja merong-rong hajatnya Konferensi Kamar Adat Pengusaha Papua dan memberhentikan sementara ketua yang ditunjuk dari jabatannya hingga. KAPP dapat dijalankan oleh wakil hingga kasus korupsi dana Komperda diusut tuntas,” ujarnya lagi.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa Anggota KAPP mengapresiasi maksud baik bupati yang mendukung terselenggaranya Komperda Perdana KAPP Teluk Wondama itu. Menurutnya, para anggota juga berharap dapat berkolaborasi dan mendukung pemerintah dalam pembangunan di Wondama.

“Namun jika pemimpin yang ditunjuk sebagai Ketua KAPP perilakunya saja atas dana komperda walaupun kecil sudah tidak bisa mempertanggungjawabkan, lalu bagaimana kami bisa mempercayakan segala program pemerintah kepadanya. Ini sama saja mengganggu kredibilitas KAPP di mata pemerintah,” katanya lagi.

“Untuk itu kami segenap anggota KAPP meminta kepada bapak bupati agar meninjau kembali konfrensi KAPP agar dilakukan dengan baik dan benar sebagai ajang berdemokrasi. Jangan sampai demokrasi kita dikotori oleh oknum yang ambisius. Kami berani sampaikan ini karena kami ingin ketua yang jujur, bersih dan adil, tidak korupsi, nepotisme dan bisa menjaga keberlangsungan dan sinergitas lembaga ini. Juga menjalin hubungan baik dengan pemerintah. Harapan agar kiranya ketua terpilih tidak dilantik hingga kasus korupsi dana komperda diusut tuntas, kami mau pemimpin yang bersih dalam KAPP,” tutupnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery