Petugas medis di Kota Wuhan saat menangani pasien Covid-19. (Xinhua/Xiao Yijiu)
JAGAPAPUA.COM - Setelah 14 hari pertama keputusan pencegahan penyebaran virus corona di Provinsi Papua, kasus positif virus corona terus meninggkat. Hingga per 20 April 2020 mencapai 107 positif terpapar virus corona. Waktu 14 pertama telah lewat dan sekarang ditetapkan lagi 14 hari tahap kedua.
Ada yang menarik saya cermati dari perjalanan operasional pencegahan dilapangan. Sepertinya bergerak tidak terpadu dan terarah dalam satu komando. Kabupaten/Kota bergerak sendiri. Padahal awal keputusan untuk penutupan akses dari dan ke Papua (26/3) itu dihadiri seluruh Bupati/walikota.
Mestinya harus bergerak dalam irama kerja yang sama dengan agenda kerja yang sama antara Kabupaten/Kota dan Provinsi. Provinsi bertindak sebagai Komando mengkoordinir operasional pelaksanaan penanganan Covid-19 ditingkat Kabupaten/ Kota.
Namun yang terlaksana sekarang Bupati dan walikota membuat kebijakannya sendiri-sendiri. Pembatasan waktu terkesan tidak seragam dan serentak, sehingga ada celah-celah terbuka untuk orang bisa akses kemana-mana.
Hal ini berdampak pada tingkat kecenderungan penyebaran virus semakin meningkat. Seandainya tugas penanganan virus dilaksanakan secara terkoordinir pada satu komando, saya rasa bisa dapat tertangani dengan baik dan dalam 14 hari pertama bisa ditekan penyebaran virus ini.
Mungkin tidak terlambat, saya harap Provinsi supaya segera ambil alih komando mengkoordinir penanganan virus agar dapat tertangani dengan terarah, efektif dari sisi waktu pencegahan, dan efesien dari sisi pembiayaan dampak sosial ekonomi mapun korban.
Maaf ulasan ini evaluasi pribadi, tetapi seandainya prosedur kerja tim sudah benar, saran saya mohon dievaluasi baik, supaya dalam 14 hari tahap kedua ini virus corona tidak berdaya lagi menyerang manusia Papua.
(Ditulis oleh Paskalis Kossay, anggota DPRD Papua dua periode, 1999-2009)
Share This Article