Olahan sagu menjadi bahan baku makanan lokal yang hampir dilupakan. Hanya sebagian masyarakat Papua yang hingga saat ini masih mempertahankan pangan lokal. Namun ada lebih banyak masyarakat Papua yang boleh dikatakan sudah melupakan makanan lokal tersebut (sagu) dikarenakan di manja dengan bahan pokok makanan yang diolah secara modern saat ini.
Dalam masa bencana non alam saat ini, corona virus desease (covid 19), wabah ini secara tidak langsung menyadarkan kita sebagai masyarakat yang notabenenya masih hidup bergantung pada pangan lokal untuk membangun kembali tradisi dan budaya berkebun (bukan musiman), wabah ini pun mengajarkan kita tentang banyak hal yang harus kita pertahankan dan bangkitkan sebagai masyarakat lokal.
Berkebun di saat bencana non alam melanda dunia saat ini, bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan menjaga kestabilan kebutuhan ekonomi, namun ketahuilah bahwa dengan berkebun kita dapat mengonsumsi hasil panen yang tentunya sangat higienis tanpa bahan pengawet tambahan.
Harapannya berkebun bukan sekedar dilakukan saat pandemik ini menghantui kita, namun setelah pendemik ini berakhir sebagai masyarakat Papua, hal tersebut terus kita pertahankan. Harapannya hasil panen selanjutnya di mas-masa akan datang bukan sekedar mampu memenuhi kebutuhan makan setiap haru namun juga ada nilai jualnya untuk memenuhi kelangsungan hidup.
Alam Papua sangat luas dan sangat kaya akan potensi yang luar biasa besar. Pace, mace, om, tanta, kakak, adik, mari torang berkebun dan torang jaga tanah leluhur bersama alamnya yang kaya, jangan baku tengkar dengan tanah, jangan jual belikan tanah, jangan gadaikan tanah, jangan sewakan tanah, melainkan mari kita jaga, kita rawat dan kita gunakan untuk sebaik-baiknya.
Jangan sampai hanya karena pandangan sosial torang bermusuhan, apa lagi sampai harus saling membunuh hanya gara-gara tanah. Mari torang bergandengan tangan, bersatu teguh dalam ikatan kekeluargaan dan ciptakan kedamaian diatas tanah leluhur kita sebagai penerus, agar nantinya dihargai dan dihormati.
Share This Article