pasang iklan

Biak Masih Zero Virus Corona

BIAK NUMFOR, JAGAPAPUA.COM - Kabupaten Biak Numfor statusnya masih dinyatakan zero dari virus corona (Covid-19). Status Kabupaten Biak Numfor dinyatakan zero itu setelah status pasien ODP sebanyak 73 orang telah habis masa pemantauannya, termasuk 200-an orang yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor Daud N. Duwiri, S.KM.,M.Kes mengatakan, hasil evaluasi yang dilakukan dan memperhatikan status ODP dan OTG masa pemantauannya sudah habis maka kini sudah bisa dikatakan untuk sementara zero atau Biak Numfor masih dalam zona hijau virus corona.

“Sudah tidak ada pasien ODP ataupun OTG, intinya Kabupaten Biak Numfor boleh dikatakan zero Covid-19,” ujarnya di Poskoh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor, Kamis (16/4).

Meski Kabupaten Biak Numfor sudah dinyatakan zero, namun upaya-upaya pencegahan dan edukasi di masyarakat terus dilakukan. Pengawasan terhadap keluar masuknya orang di wilayah Kabupaten Biak Numfor tetap diperketat dan dilarang. Bahkan, penduduk dengan KTP Biak Numfor yang berada di luar daerah tetap dilarang.

“Pengawasan tetap diperketat, tidak ada orang bisa keluar masuk ke wilayah Kabupaten Biak Numfor untuk sementara. Ini penting dilakukan dan ditegaskan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 masuk di wilayah Kabupaten Biak Numfor,” kata Daud Duwiri.

Bupati yang jug adalah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si., M.Pd kembali menegaskan, tidak akan mentolerir siapapun yang akan datang di Biak Numfor untuk sementara (termasuk penduduk yang ber-KTP Biak Numfor). Jika ada yang menyusup masuk dan ketahuan maka tetap akan dipulangkan dan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Saya berharap semua pihak memahami dan mendukung kebijakan pemerintah ini, untuk sementara tidak boleh orang keluar masuk di Biak. Apakah itu penduduk Biak Numfor yang kebetulan bepergian lalu mau pulang, untuk sementara tetap tidak bisa, kalau ada yang memaksa kami akan tetap larang turun dan pulangkan, dan itu sudah dilakukan terhadap beberapa orang,” ujarnya.

“Saya juga mengajak semua pihak tanpa terkecuali supaya ikut mendukung upaya-upaya pemerintah dalam memutuskan mata rantai penulatan virus corona di Kabupaten Biak Numfor. Mari kita jaga kabupaten yang tercinta ini, kita tinggalkan kepentingan dan ego pribadi masing-masing, mari kita utamakan kepentingan orang banyak,” lanjut Bupati.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, adanya 73 orang yang dijadikan statusnya sebagai ODP di Kabupaten Biak Numfor adalah penumpang terakhir KM. Ciremai, KM. Sabuk Nusantara dan KMP Mambramo Foja. Hingga saat ini, pengawasan keluar masuknya perahu, speed boat di perketat dan bahkan dilarang oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Tak hanya itu, pengawasan terhadap kapal yang datang membawa barang seperti logistic, termasuk pesawat Hercules yang membawa bapok dan kebutuhan lainnya juga tetap diperketat setiap kali datang. (Sumber: Humas Kabupaten Biak Numfor)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2365/pemda-kabupaten-biak-mulai-batasi-aktifitas-jam-malam

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery